Cara Praktis Menjaga Rumah Adem di Jakarta Saat Panas
Gambar atau konten salah?
Cuaca panas di Jakarta sering membuat rumah terasa gerah, seakan‑se penghuni berada di dalam oven. Kondisi ini membuat orang tidak nyaman dan tidak betah berada di dalam rumah. Untuk mengatasi masalah ini, banyak orang mencari cara agar rumah menjadi lebih adem.
Berikut beberapa metode yang bisa diterapkan, mulai dari langkah sederhana hingga penggunaan peralatan pendingin.
- Tutup Gorden
Menurut Good Living, pada Rabu (13 Mei 2026), cara pertama adalah menutup gorden agar sinar matahari tidak masuk langsung ke dalam rumah. Pilih gorden yang mampu menahan sinar matahari secara optimal. Dengan menutup gorden, suhu di dalam ruangan dapat turun secara signifikan.
- Tutup Celah dan Bukaan
Menutup celah di sekitar pintu dan jendela juga membantu menjaga udara dingin tetap berada di dalam. Pastikan semua bukaan tertutup rapat sehingga udara dingin tidak keluar.
- Setel AC dengan Suhu yang Tepat
AC tetap menjadi andalan, namun untuk efisiensi energi, atur suhu antara 24 hingga 27 derajat Celcius. Penghuni dapat menyesuaikan suhu sesuai kenyamanan, lalu tambahkan satu derajat Celcius untuk menghemat energi sekitar 10 persen.
- Ganti Seprai
Gunakan seprai tempat tidur dan sarung bantal berbahan katun. Kain katun terkenal adem dan membantu mendinginkan tubuh.
- Nyalakan Kipas
Alternatif hemat energi adalah kipas angin. Memasang kipas di plafon dan mengaturnya berputar berlawanan arah jarum jam dapat mendorong udara ke bawah, sehingga ruangan terasa lebih sejuk.
- Tambahkan Tanaman
Real Simple menyarankan menanam tanaman di dalam rumah. Tempatkan tanaman di dekat jendela agar dapat menyebarkan sinar matahari sekaligus menurunkan suhu ruangan.
- Hias Interior dengan Warna Cerah
Pilih cat dinding dan aksesoris ruangan dengan warna netral atau pastel. Hindari warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga, karena dapat menambah rasa panas di dalam ruangan.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana di atas, penghuni rumah dapat menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman. Penggunaan AC tetap menjadi pilihan utama, namun kombinasi dengan metode lain dapat mengurangi konsumsi energi sekaligus menjaga kenyamanan di dalam rumah.
Secara keseluruhan, mengatur suhu, memanfaatkan bahan alami, dan memperhatikan desain interior dapat membantu mengatasi panas di rumah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendingin listrik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Batam Siapkan Jalan & Landfill TPA Telaga Punggur, Rp45,45 M
Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak
Medan Gelar Gemes 27‑30 Juni 2026 Rp 2,5 Miliar APBD 2026
Komisi XIII DPR Susun Kesepakatan Penyelesaian Agraria Padang
Wali Kota Pekanbaru Pujikan Petugas Kebersihan, Fokus Jalan
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Cepat, Hujan Tetap Masih
Berita Terbaru
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
Batam Siapkan Jalan & Landfill TPA Telaga Punggur, Rp45,45 M
Jadwal Sholat Jumat 5 Juni 2026 Lengkap di Jawa Timur
