Medan Gelar Gemes 27‑30 Juni 2026 Rp 2,5 Miliar APBD 2026
Gambar atau konten salah?
Medan akan menyelenggarakan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) pada masa depan. Kegiatan ini direncanakan sebagai bagian dari upaya promosi budaya kota.
Menurut data yang dipublikasikan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Medan, belanja jasa penyelenggaraan acara ini telah ditetapkan sebesar Rp 2,5 miliar. Pagu anggaran ini berasal dari APBD Kota Medan 2026. Pada laman LPSE tertulis: “Jasa Penyelenggaraan Acara,” yang mencerminkan cakupan pengadaan.
Proyek ini memiliki kode tender 10136337000 dan kode RUP 64538487. Nilai HPS paket tercatat di LPSE sebagai “Nilai Pagu Paket Rp 2.500.000.000, Nilai HPS Paket Rp 2.499.963.090,”. Saat ini proses tender masih berlangsung dan telah menerima 11 peserta yang mendaftar.
Rencana acara akan berlangsung di Lapangan Merdeka Medan. Penyelenggaraan Gemes dijadwalkan pada 27‑30 Juni 2026, sesuai dengan jadwal yang tertera di dokumen tender.
Dengan dukungan Dinas Pariwisata Medan, acara ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
