Dehidrasi di Surabaya: Risiko Kenaikan Panas & Kemarau

Hari W. · 2 min baca · 21 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Dehidrasi di Surabaya: Risiko Kenaikan Panas & Kemarau

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 14 Mei 2026 – Cuaca panas dan musim kemarau menambah risiko dehidrasi. Banyak orang tidak menyadari bahwa kekurangan cairan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu gangguan kesehatan.

Menurut Dr. Heni Adhianata, ahli gizi dari Ottimmo International, tanda dehidrasi sering muncul dalam bentuk gejala ringan yang mudah diabaikan. “Biasanya itu pusing, gampang lelah, itu sebenarnya tanda tubuh kita kekurangan cairan,” ujarnya.

Selain pusing, tubuh yang mulai terasa hangat juga bisa menjadi sinyal kebutuhan cairan. “Kalau memang sudah mulai letih atau mungkin kok tubuhnya lumayan hangat itu lebih baik segera diberikan air putih ataupun elektrolit yang cukup, lalu istirahat agar kembali normal,” tambahnya.

Gejala lain yang sering terjadi adalah bibir pecah‑pecah, kulit dan tangan terasa kering. “Biasanya bibir pecah‑pecah, tangan kering, terus kemudian kulit terasa lebih kering. Nah itu juga tanda kalau tubuh kita kekurangan cairan,” jelasnya.

Untuk mencegah dehidrasi, Heni menyarankan minum air putih minimal dua liter per hari. Minuman elektrolit juga dapat membantu mengganti cairan dan mineral yang hilang.

Pol a makan juga penting. Ia menekankan konsumsi buah berair agar tubuh tetap segar dan mendapat vitamin. “Kalau buah disarankan yang berair. Jadi selain untuk menghilangkan dahaga juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin,” tuturnya. Jeruk, melon, dan semangka menjadi pilihan utama saat cuaca panas. Untuk sayuran, ia menegaskan semua jenis sayur baik karena mengandung serat, vitamin, dan anti‑oksidan. “Semakin bervariasi akan semakin banyak jenis vitamin, mineral, dan antioksidan yang kita asup,” katanya.

Heni juga mengingatkan pentingnya kebersihan diri. “Kebersihan diri juga sangat penting karena kadang dari tangan kita atau makanan yang kita konsumsi bisa memicu imunitas turun. Nanti bisa gampang diare, gampang flu,” ungkapnya.

Jika tubuh mulai terasa mudah lelah atau imunitas menurun, konsumsi multivitamin dapat dipertimbangkan. Namun bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, Heni menyarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. “Kalau punya riwayat sakit tertentu pastinya konsultasi dengan dokter. Apakah perlu suplemen tambahan yang wajib dikonsumsi,” pungkasnya.

Dengan menjaga asupan cairan, pola makan seimbang, dan kebersihan pribadi, masyarakat dapat menurunkan risiko dehidrasi dan menjaga kesehatan selama musim kemarau.

dehidrasicairangejalaelektrolitpola makanbuah berairkebersihan pribadi

Komentar

Memuat komentar...