Deschamps Pertanyakan Kualitas Wasit Usai Prancis Tumbang
Gambar atau konten salah?
Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja wasit setelah timnya tumbang 0-2 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari WIB itu berakhir dengan dominasi penuh dari La Furia Roja.
Spanyol mengontrol jalannya laga sejak menit awal. Dua gol yang tercipta berasal dari titik putih melalui Mikel Oyarzabal dan satu gol lainnya dari Pedro Porro. Namun, keputusan wasit Ivan Barton menjadi sorotan utama. Ia memberikan hadiah penalti kepada Spanyol setelah Lucas Digne dianggap melanggar Lamine Yamal di kotak terlarang.
Banyak pihak menilai keputusan itu kontroversial. Pelanggaran Digne dinilai tidak disengaja. Bola lebih dulu mengenai lengan Yamal sebelum kontak terjadi. Situasi ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pengamat sepakbola.
Terlepas dari kontroversi tersebut, performa Prancis sendiri jauh dari kata memuaskan. Les Bleus tidak mampu menciptakan satu pun peluang bersih sepanjang pertandingan. Dari total 10 percobaan, hanya 3 yang mengarah ke gawang. Ini menjadi pertama kalinya Prancis gagal mencetak gol di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya mereka mengemas 16 gol dalam enam laga.
"Tentu ada kekecewaan yang sangat besar. Para pemain sangat kecewa karena kami memiliki ambisi yang besar," ujar Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip dari L'Equipe. "Meskipun begitu, kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami secara teknis berada di bawah tim yang tahu persis apa yang mereka lakukan. Sebagian besar kesalahan berasal dari kami sendiri."
Pelatih berusia 57 tahun itu kemudian melontarkan pertanyaan retoris tentang kualitas wasit. "Saya menanyakan sebuah pertanyaan, dan saya tidak akan menjawabnya: 'Apakah wasit cukup bagus untuk memimpin sebuah semifinal Piala Dunia?' Kami memang punya beberapa situasi, dan saya tidak akan menjawabnya. Saya tidak mengatakan ini karena kami kalah hari ini, tapi memang ada beberapa situasi... sering kali merugikan kami juga," keluhnya.
Deschamps juga mengakui kelemahan timnya di lini depan. "Alasan utamanya adalah kami sedikit di bawah standar dan kurang berbahaya secara ofensif dibanding yang seharusnya bisa kami lakukan. Kami membuat beberapa kesalahan teknis dan umpan-umpan meleset yang seharusnya bisa menciptakan situasi dan peluang," jelasnya.
"Kami harus menerimanya, ini adalah sepakbola level tertinggi, meskipun rasanya menyakitkan," tambah Deschamps.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mereka tampil impresif dengan mencetak 16 gol dalam enam pertandingan. Namun, kegagalan mencetak gol di laga semifinal menjadi titik balik yang pahit. Spanyol, yang tampil superior, berhak melaju ke final. Deschamps dan anak asuhnya harus pulang dengan kepala tegak, meski rasa kecewa masih membekas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mbappe Mati Langkah, Spanyol Hajar Prancis 2-0
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Prancis 2-0
Spanyol Hentikan 6 Kemenangan Beruntun Prancis di Semifinal
Spanyol Hajar Prancis 2-0, Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol Hajar Prancis 2-0, Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Pelatih Swiss Murat Yakin Kritis ke Wasit
