Dinosaurus Doolysaurus huhmini Ditemukan di Korea Selatan
Gambar atau konten salah?
Doolysaurus huhmini adalah dinosaurus baru yang ditemukan di Pulau Aphae, Korea Selatan. Para ilmuwan memilih nama ini karena terinspirasi oleh karakter kartun Dooly si dinosaurus kecil, yang sangat dikenal di negara tersebut.
Jongyun Jung, peneliti postdoktoral di University of Texas at Austin dan pemimpin studi, menjelaskan alasan di balik penamaan. “Dooly adalah salah satu karakter dinosaurus yang sangat terkenal dan ikonik di Korea. Setiap generasi di Korea mengenal karakter ini,” ujar Jung. Ia menambahkan bahwa fosil yang ditemukan merupakan dinosaurus muda, sehingga cocok dengan karakter kartun tersebut. “Spesimen kami juga masih muda atau ‘bayi’, jadi sangat cocok untuk menghormati Dooly,” tambahnya.
Fosil ini berasal dari periode Kapur Tengah, sekitar 113-94 juta tahun lalu. Awalnya, peneliti hanya menemukan sebagian tulang, seperti kaki dan tulang belakang. Namun, setelah dilakukan pemindaian CT scan, terungkap bagian tengkorak dan banyak tulang lain yang tersembunyi di dalam batu. “Kami tidak menyangka ada bagian tengkorak dan banyak tulang lain tersembunyi di dalam batu,” kata Jung. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan melihat isi batu tanpa harus menghancurkannya, sehingga fosil tetap utuh.
Analisis menunjukkan dinosaurus ini berusia sekitar dua tahun saat mati dan ukurannya kira-kira sebesar kalkun. Julia Clarke, profesor di Jackson School of Geosciences, University of Texas, menggambarkan bentuknya yang unik. “Saya pikir dinosaurus ini akan terlihat cukup lucu. Mungkin sedikit seperti anak domba kecil,” ujarnya. Peneliti juga menduga dinosaurus ini memiliki lapisan serabut halus, bukan hanya kulit bersisik seperti yang sering dibayangkan.
Doolysaurus termasuk kelompok dinosaurus kecil berkaki dua yang hidup di Asia dan Amerika Utara. Penemuan ini penting karena fosil dinosaurus di Korea Selatan biasanya hanya berupa jejak kaki atau telur, sementara tulang lengkap sangat jarang ditemukan. Keberadaan gastrolith—batu kecil di dalam tubuh fosil—menunjukkan bahwa dinosaurus ini kemungkinan memakan tumbuhan sekaligus hewan kecil.
Para ilmuwan menekankan bahwa teknologi modern seperti CT scan menjadi kunci dalam mengungkap fosil yang sebelumnya tersembunyi. Penemuan ini juga membuka peluang bahwa masih banyak dinosaurus lain yang belum teridentifikasi karena tertutup batu keras. “Kami berharap bisa menemukan lebih banyak dinosaurus atau fosil telur baru di masa depan,” ujar Jung.
Penemuan Doolysaurus huhmini tidak hanya menambah daftar spesies dinosaurus baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana sains modern dapat mengungkap rahasia masa lalu, bahkan dari dalam batu yang tampak biasa saja. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi teknologi canggih dan kerja keras peneliti dalam menjelajahi sejarah bumi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Jack Ma di Moskow: Tantang Mahasiswa Hadapi Ketakutan
Satria-1 Tambah 154 Titik Akses Sangihe-Sitaro, 50‑150 Mbps
Kaspersky: Phishing QR Teks ASCII Menambah Serangan 5x
Berita Terbaru
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
