Dokter: Olahraga Terbaik Saat Puasa Pagi Sebelum Sahur
Gambar atau konten salah?
Banyak orang mempertimbangkan untuk berolahraga saat menjalani ibadah puasa. Ada beberapa pilihan waktu yang tersedia, seperti setelah makan sahur, menjelang waktu berbuka, atau sesudah berbuka puasa.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, menyatakan bahwa waktu paling ideal untuk berolahraga selama Ramadan adalah pada pagi hari sebelum sahur. Ia menyebutkan, "Jadi jam 2 pagi lari."
Namun, ada pertimbangan keamanan terkait jadwal tersebut. Dokter Andhika mengungkapkan kekhawatiran mengenai risiko keamanan jika seseorang rutin berolahraga pada pukul 2 dini hari di luar ruangan. "Yang kita khawatirkan kalau misalnya orang yang terlalu sering atau tiap hari jam 2 pagi lari takut begal ya," ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan pada Selasa (10/02/2026).
Oleh karena itu, dr Andhika cenderung menyarankan kegiatan olahraga dilakukan di dalam ruangan atau rumah. Saran ini berlaku kecuali individu tersebut memiliki kelompok atau komunitas yang memang sudah terbiasa berolahraga bersama sebelum sahur.
"Kalau misalnya mau latihan, ya mungkin indoor saja lah, di rumah. Workout-workout tipis, kan safety," jelasnya lebih lanjut.
Aspek lain yang menjadi perhatian dokter adalah potensi berkurangnya durasi tidur. Berolahraga sebelum sahur berarti seseorang harus bangun lebih pagi dari biasanya. Untuk mengkompensasi hal ini, sangat penting untuk tidur lebih awal agar kualitas istirahat tetap terjaga selama bulan puasa.
"Artinya kan waktu tidur dia makin pendek. Kalau kayak gitu, habis tarawih ya tidur, jangan malah scrolling buka drama China," tegas dr Andhika mengenai manajemen waktu tidur.
Disiplin waktu tidur menjadi kunci. "Jadi, bisa dibilang mesti benar-benar disiplin. Habis tarawih, ya mungkin selesai tarawih tidur dah supaya bisa bangun lebih awal," tambahnya.
Pesan utama dari dr Andhika adalah olahraga saat berpuasa harus dilakukan dengan disiplin. Yang terpenting, aktivitas fisik tersebut harus dinikmati dan tidak boleh memaksakan kondisi tubuh.
Aktivitas fisik selama puasa memerlukan perencanaan waktu yang matang, terutama terkait jam tidur. Memilih olahraga di dalam ruangan menjadi opsi yang lebih aman bagi mereka yang memilih waktu subuh. Keseimbangan antara olahraga dan istirahat menentukan keberhasilan menjaga kebugaran selama Ramadan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
