Ekspor Perdana Terasi Asahan ke Thailand

Ayu W. · 2 min baca · 53 menit lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Ekspor Perdana Terasi Asahan ke Thailand

Gambar atau konten salah?

Produk terasi udang rebon buatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kini berhasil menembus pasar luar negeri. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara resmi melepas pengiriman perdana sebanyak 40 ton terasi ke Thailand. Nilai ekspor ini mencapai sekitar Rp230 juta.

"Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta," kata Zulhas dalam keterangan resminya pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pernyataan itu ia sampaikan saat melepas sejumlah truk kontainer yang membawa terasi di depan Kantor Bupati Asahan sehari sebelumnya, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ekspor ini membuka jalan bagi produk olahan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi dari hasil perikanan daerah setempat. Kabupaten Asahan sendiri memiliki garis pantai sepanjang sekitar 56 kilometer di Selat Malaka. Wilayah ini termasuk salah satu daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatera Utara. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di Asahan tercatat mencapai 50.658 ton.

Potensi perikanan yang besar itu menopang usaha pengolahan hasil laut. Bahan baku utamanya berasal dari nelayan setempat. Terasi udang rebon menjadi salah satu produk unggulan yang dikembangkan. Tujuannya, memperluas pasar hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan, ekspor komoditas terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Angka itu meningkat pada 2026. Volume ekspor naik menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar. Zulhas berharap pengiriman perdana ke Thailand bisa berlanjut secara rutin. Ia juga ingin peluang pasar untuk produk olahan hasil laut dari Asahan semakin terbuka lebar.

"Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang," tegas Zulhas.

Dalam rangkaian kegiatan di Kantor Bupati Asahan, Zulhas juga menyerahkan bantuan pangan. Bantuan berupa beras diberikan kepada 164 penerima manfaat. Tujuannya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Bantuan pangan diberikan kepada masyarakat desil 1 sampai 4. Masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras per bulan. Penyalurannya dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga totalnya 30 kilogram beras per penerima. Setelah penyaluran periode Juli hingga September 2026, bantuan pangan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan jumlah yang sama.

Untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat di luar desil 1 sampai 4, pemerintah menambah 1 juta ton beras SPHP hingga April 2027. Penambahan ini dilakukan untuk memperkuat pasokan beras di pasar dengan harga yang terjangkau.

Ekspor terasi udang rebon ke Thailand ini menjadi langkah awal yang cukup penting. Produk olahan lokal dari daerah pesisir seperti Asahan punya potensi untuk bersaing di pasar internasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, menjadi kunci agar UMKM bisa terus tumbuh dan memperluas jangkauan pasarnya.

terasiudang reboneksporThailandUMKMAsahanperikanan

Komentar

Memuat komentar...