Singapura Tenangkan Warga, Pasokan Gas Aman

Tika M. · 2 min baca · 47 menit lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Singapura Tenangkan Warga, Pasokan Gas Aman

Gambar atau konten salah?

Singapura memastikan pasokan gas mereka tetap aman. Meskipun Indonesia mengurangi pengiriman gas, negara tetangga itu tidak panik. Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng, angkat bicara. Ia menenangkan warganya.

Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Isinya jelas: tidak ada krisis. "Saya ingin meyakinkan masyarakat Singapura bahwa kita memiliki pasokan gas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kita," ujar Tan See Leng. Ia berbicara melalui laman resmi kementeriannya.

Pengurangan pasokan dari Indonesia mencapai 17 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Periode pengurangan ini berlangsung selama 18 hari ke depan. Angka itu terdengar besar. Tapi Tan See Leng punya perbandingan. Jumlah itu hanya kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian untuk pembangkit listrik Singapura.

"Pengurangan pasokan sebesar 17 BBTUD ini mencakup kurang dari 2% dari kebutuhan gas harian untuk sektor ketenagalistrikan kita. Kita memiliki pasokan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG," jelasnya.

Bagaimana mekanisme pasokan gas ini? Semua diatur lewat kontrak komersial. Pihak Gas Supply Pte Ltd (GSPL) bertindak sebagai pengimpor. Mereka bekerja sama dengan pemasok di Indonesia. Pemerintah Singapura berharap kontrak-kontrak itu dipenuhi. Jika ada pelanggaran, GSPL akan berkomunikasi dengan pemasok. Mereka juga diminta menyiapkan langkah pemulihan komersial.

Tan See Leng meminta warganya tidak membesar-besarkan masalah. "Saya mengimbau masyarakat Singapura untuk tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa," tegasnya. Pemerintah punya stok gas yang cukup. Semua kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi.

Pemerintah Singapura tidak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan berbagai antisipasi. Jauh sebelum pasokan masuk level krisis. Langkah-langkahnya beragam. Mulai dari diversifikasi sumber gas alam dari berbagai belahan dunia. Memelihara fasilitas LNG cadangan. Hingga memastikan Singapore GasCo siap mengimpor lebih banyak LNG kapan pun diperlukan.

Perusahaan pembangkit listrik juga kena imbas. Mereka diwajibkan menyimpan cadangan diesel yang cukup. Ini langkah antisipasi jika gangguan pasokan gas membesar. Untuk jangka menengah, pemerintah Singapura membangun terminal LNG kedua. Mereka juga mendiversifikasi bauran energi.

"Di masa lalu, kita telah menangani pengurangan pasokan serupa dengan lancar tanpa kendala apa pun. Pemerintah akan terus memastikan keandalan dan ketahanan pasokan energi Singapura," pungkas Tan See Leng.

Singapura memang sangat bergantung pada pasokan energi dari luar. Tapi mereka punya cadangan dan rencana darurat. Pengalaman sebelumnya membuktikan mereka bisa melewati situasi serupa. Kali ini pun mereka yakin bisa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pemerintah sudah punya kendali.

pasokan gasSingapuraIndonesiapenguranganLNGTan See Lengenergi

Komentar

Memuat komentar...