ESDM Tambah 13 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp239 Triliun

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
ESDM Tambah 13 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp239 Triliun

Gambar atau konten salah?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menegakkan strategi untuk memperkuat ketahanan energi dan kemandirian ekonomi. Salah satu langkah utama adalah mempercepat program hilirisasi, yaitu proses menambah nilai pada bahan baku sebelum dijual ke pasar.

Hingga saat ini, 20 proyek hilirisasi sudah melewati tahap pertama, sementara sebagian lagi sudah masuk tahap groundbreaking. Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah akan menambah 13 proyek hilirisasi lagi dengan total investasi Rp 239 triliun.

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp 239 triliun dan akan kita bahas finalisasi,” ujarnya.

Pengumuman tersebut datang setelah pertemuan Bahlil dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Menurut situs resmi ESDM, pertemuan itu berlangsung pada 28 Maret 2026.

Selain menambah proyek hilirisasi, Bahlil menekankan pentingnya optimalisasi potensi energi domestik untuk memperkuat swasembada. Fokusnya terletak pada etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO), yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO,” terangnya.

Di sisi lain, Bahlil melaporkan kondisi harga komoditas, khususnya batu bara dan nikel. Ia menegaskan tidak ada perubahan kebijakan seiring dengan pengelolaan kedua komoditas tersebut di tengah dinamika pasar global.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang relaksasi produksi batu bara dan nikel dengan pendekatan terukur. Bahlil menekankan kebijakan ini tidak boleh memicu kelebihan pasokan yang justru menekan harga komoditas nasional di pasar global.

Selain itu, pemerintah memberi sinyal penyesuaian Harga Patokan Mineral (HPM) nikel. Menurutnya, kebijakan itu dipertimbangkan agar negara memperoleh nilai yang lebih adil dari pemanfaatan mineral strategis tersebut.

“Kemungkinan besar HPM untuk nikel, saya akan naikkan,” ujarnya.

Bahlil juga menambahkan bahwa Presiden memberikan arahan khusus agar pengelolaan sumber daya alam mengutamakan kepentingan negara. Ia menekankan bahwa sumber daya alam adalah aset strategis nasional sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor mineral.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” jelas Bahlil.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan sumber daya alam tidak lagi dijual murah hanya demi volume produksi. Pengelolaan harus memberi nilai tambah maksimal bagi negara.

“Kita pengin yang ideal adalah harganya bagus, produksinya bagus, banyak. Tapi kalau tidak, jangan barang kita dijual murah,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, ESDM berharap dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan industri, pengelolaan sumber daya, dan kepentingan nasional. Fokus pada hilirisasi dan optimalisasi energi domestik diharapkan memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

hilirisasikemandirian energietanolbiodieselCPObatu baranikel

Komentar

Memuat komentar...