ESDM: Tidak Ada Kapal LPG ke Indonesia lewat Selat Hormuz

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
ESDM: Tidak Ada Kapal LPG ke Indonesia lewat Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa klaim tentang kapal yang menyeberangi Selat Hormuz membawa Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju Indonesia tidak berdasar. Juru bicara kementerian, Dwi Anggia, menolak informasi tersebut secara tegas.

“Sejauh ini laporan dari Pertamina yang kami terima informasi yang beredar tersebut tidak benar, Kapal Pertamina hanya Pride dan Gamsunoro,” ujar Anggia pada 22 April 2026. Ia menegaskan bahwa tidak ada kapal bermuatan kargo LPG yang masuk ke Indonesia dari Timur Tengah.

“Tidak ada Cargo LPG yang dibawa untuk Indonesia dari Timur Tengah,” tambah Anggia. Pernyataan ini bertujuan mengklarifikasi bahwa dua kapal Pertamina yang terlibat di wilayah tersebut adalah Pride dan Gamsunoro, dan tidak ada kapal lain yang membawa LPG.

Di sisi lain, perusahaan analisis perkapalan Kpler mencatat lebih dari 20 kapal yang dikabarkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada 18 April 2026. Salah satu kapal tersebut dikabarkan bergerak menuju Indonesia. Data ini menjadi yang terbesar melintasi Selat Hormuz sejak 1 Maret 2026.

Berikut rincian kapal yang dilaporkan:

  • 5 kapal kargo dari Iran bermuatan minyak hingga logam.
  • 3 pengangkut gas minyak bumi cair (LPG) menuju China dan India.
  • Kapal tanker Crave berbendera Panama membawa LPG dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.
  • 2 kapal tanker, Akti A dan Athina, bermuatan produk olahan dari Bahrain menuju Mozambik dan Thailand.
  • Kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, bermuatan 500.000 barel nafta dari Uni Emirat Arab ke Ulsan, Korea Selatan.
  • Kapal tanker minyak mentah raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) berbendera Liberia, FPMC C Lord, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Saudi menuju pelabuhan Mailiao, Taiwan.
  • Kapal Desh Garima berbendera India bermuatan sekitar 780.000 barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab menuju Sri Lanka.
  • Kapal Ruby bermuatan pupuk Qatar keluar menuju Uni Emirat Arab.
  • Kapal pengangkut curah Merry M bermuatan kokas minyak bumi dari Arab Saudi ke Ravenna, Italia.

Data ini menegaskan bahwa meski lalu lintas laut di wilayah tersebut intens, tidak ada kapal Pertamina yang membawa LPG ke Indonesia. Kementerian ESDM tetap memantau situasi maritim dan memastikan tidak ada pelanggaran terhadap kebijakan pengiriman bahan bakar ke negara ini.

Informasi ini menyoroti pentingnya verifikasi data maritim dan peran lembaga pemerintah dalam mengklarifikasi klaim publik yang belum terverifikasi. Kementerian ESDM menegaskan komitmennya untuk transparansi dan akurasi dalam pelaporan kegiatan maritim nasional.

ESDMPertaminaSelat HormuzLPGKplerKapal PrideKapal GamsunoroVerifikasi data maritim

Komentar

Memuat komentar...