Reuni Aji-Jacksen, Fun Football Penuh Nostalgia

Fitri A. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Reuni Aji-Jacksen, Fun Football Penuh Nostalgia

Gambar atau konten salah?

Momen reuni dua pelatih sepak bola tersaji di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu malam, 5 Juli 2026. Aji Santoso dan Jacksen F. Tiago, yang dulu bersama membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia musim 1996/1997, kini berdiri di dua sisi berbeda - bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih tim fun football.

Acara bertajuk Indonesia Fun Football Legends (IFFL) ini mempertemukan puluhan mantan bintang sepak bola tanah air. Aji menangani satu tim yang diisi nama-nama seperti Rendi Irwan, Danilo Fernando, Cristian Gonzales, Evan Dimas Darmono, dan Budi Sudarsono. Di sisi lain, Jacksen mengatur skuat berisi Eka Ramdani, Ronald Fagundes, Anang Ma'ruf, Robertino Pugliara, Airlangga Sucipto, dan legenda lainnya.

Pertandingan berlangsung ramai. Total sembilan gol tercipta. Tim Aji menang tipis 5-4. Lima gol kemenangan dicetak oleh Danilo Fernando yang mencetak dua gol, lalu Budi Sudarsono, Cristian Gonzales, dan Sunarto masing-masing satu gol. Empat gol tim Jacksen lahir dari Eka Ramdani, Airlangga Sucipto, Syamsir Alam, dan Christian Rontini.

Hasil pertandingan, menurut Aji, bukan hal utama. Ia menegaskan ini hanyalah pertandingan fun. Tidak ada menang atau kalah yang berarti. "Saya hanya berpesan ke pemain. Kalau tidak kuat, minta ganti karena saya gak mau nanti setelah ada laga fun ini mereka sakit," ujar Aji.

Ia juga menyebut IFFL sebagai wadah positif untuk mempertemukan kembali para legenda sepak bola Indonesia sekaligus kegiatan amal. "Saya sudah sampaikan ini adalah kegiatan sosial yang sangat bagus. Bisa membantu legend-legenda kita. Kita tahu sendiri teman-teman legend ada juga yang gak ngelatih. Tapi yang jelas ini satu kegiatan yang sangat positif dan bisa berkesinambungan," lanjutnya.

Pendapat serupa datang dari Jacksen. Bagi mantan pelatih Persipura itu, pertandingan ini lebih soal silaturahmi ketimbang mencari kemenangan. "Ini bukan sebuah pertandingan buat kita. Saya sendiri menganggap ini sebagai pertemuan legenda-legenda. Sebuah kesempatan untuk saya bisa bersilaturahmi dengan Aji, Anang, dan teman-teman yang lama," ujar Jacksen.

Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kesempatan bertemu kembali dengan rekan-rekan lama jauh lebih berharga dari sekadar skor akhir. "Dalam pertandingan memang ada kalah, ada yang menang. Tapi makna dari pertandingan ini lebih dari sebuah hasil pertandingan, tapi bagaimana kita bisa bersilaturahmi. Bisa bertemu kembali dan bisa bercerita hal-hal yang lain, yang dulu kita pernah alami bersama," pungkasnya.

Kedua pelatih ini memiliki sejarah panjang. Hampir tiga dekade lalu, mereka menjadi bagian dari skuat Persebaya yang merebut gelar juara Liga Indonesia. Aji kala itu adalah kapten tim, sementara Jacksen menjadi salah satu pemain kunci. Kini, di usia yang tidak lagi muda, mereka masih aktif di dunia sepak bola, meskipun peran mereka bergeser dari pemain menjadi pelatih.

IFFL sendiri digelar dengan konsep fun football, bukan kompetisi penuh tekanan. Tidak ada wasit yang ketat, tidak ada kartu, dan pemain bebas berganti kapan pun. Tujuannya jelas: nostalgia dan kebersamaan. Para legenda yang sudah lama tidak bertemu di lapangan hijau bisa kembali merasakan sensasi bermain, meski dalam tempo yang lebih santai.

Pertandingan malam itu juga menjadi ajang untuk mengingat kembali masa jaya sepak bola Indonesia. Beberapa pemain yang tampil, seperti Cristian Gonzales dan Budi Sudarsono, sudah berusia di atas 40 tahun. Namun, mereka masih menunjukkan skill yang apik. Penonton yang hadir di stadion tampak antusias menyaksikan aksi-aksi klasik para bintang era 2000-an.

Selain hiburan, acara ini juga memiliki sisi sosial. Hasil dari pertandingan atau donasi yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu para legenda yang membutuhkan. Aji menyebutkan bahwa tidak semua mantan pemain nasional memiliki pekerjaan tetap atau pensiun yang layak. Kegiatan seperti ini bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka.

Jacksen menambahkan, momen seperti ini jarang terjadi. Jadwal masing-masing pelatih atau mantan pemain seringkali berbenturan. Ia bersyukur bisa hadir dan kembali bertemu dengan Aji serta Anang Ma'ruf, yang juga merupakan rekan setimnya di Persebaya dulu. "Kita bisa cerita hal-hal yang dulu pernah kita alami bersama," katanya.

Pertandingan fun football seperti IFFL sudah beberapa kali digelar di berbagai kota. Tujuan utamanya bukan sekadar nostalgia, tapi juga menjaga silaturahmi antar generasi pemain. Tahun lalu, acara serupa juga digelar di Jakarta dan Yogyakarta. Di Sidoarjo, antusiasme penonton cukup tinggi, meskipun pertandingan baru dimulai pukul 20.00 WIB.

Bagi para penonton yang hadir, melihat dua pelatih legendaris seperti Aji dan Jacksen kembali beradu taktik adalah tontonan tersendiri. Mereka bukan hanya pelatih, tetapi juga ikon sepak bola Indonesia yang telah menginspirasi banyak pemain muda. Reuni ini membuktikan bahwa meskipun waktu berlalu, ikatan persahabatan dan kecintaan terhadap sepak bola tetap kuat.

reunilegenda sepak bolaIFFLfun footballsilaturahminostalgiaamal

Komentar

Memuat komentar...