Puan Dorong Komisaris BUMN Diisi Tenaga Profesional

Cahyo S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Puan Dorong Komisaris BUMN Diisi Tenaga Profesional

Gambar atau konten salah?

Ketua DPR, Puan Maharani, akhirnya angkat bicara soal ramainya perdebatan tentang pemilihan komisaris di perusahaan BUMN. Belakangan, publik ramai menyoroti sejumlah nama yang dianggap kurang pas menduduki jabatan komisaris. Alasannya, mereka dinilai tidak punya kompetensi dan pengalaman yang memadai di bidangnya.

Menanggapi hal ini, Puan mendorong agar pengisian jabatan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) benar-benar diisi oleh tenaga profesional yang mumpuni. Ia menegaskan, DPR mendukung penuh proses seleksi yang ketat dan transparan.

"Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya," ujar Puan dalam keterangan resmi yang dimuat di laman DPR pada Minggu, 05 Juli 2026.

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, punya pandangan berbeda. Menurutnya, pemilihan komisaris BUMN dengan latar belakang yang beragam justru bisa membawa perspektif baru. Tujuannya, untuk membantu mengawal agenda pemerintah dari sudut pandang yang lebih luas.

Qodari bahkan memberi contoh pengalamannya sendiri. Ia pernah menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN. Meskipun latar belakangnya tidak langsung terkait dengan bisnis inti perusahaan tersebut, ia merasa perannya sebagai komisaris tetap penting. Ia bisa memberikan alternatif solusi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang-orang yang sudah terbiasa dengan industri itu.

"Dan kalau bicara pengalaman saya di Pertamina Hulu Energi, kita bisa membantu juga untuk melihat alternatif-alternatif solusi. Karena kita datang dari latar belakang yang berbeda, kita datang dari luar, sebetulnya ada perspektif yang baru yang bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita menjadi komisaris," jelas Qodari.

Perdebatan ini pada dasarnya menyoroti dua hal. Pertama, soal pentingnya kompetensi teknis dan pengalaman langsung di industri. Kedua, soal nilai tambah dari keragaman latar belakang yang bisa membawa cara pandang segar. Keduanya punya argumen yang sama kuatnya.

Komisaris BUMNPuan MaharaniProfesionalKompetensiSeleksiTransparansiPerspektif Baru

Komentar

Memuat komentar...