F-35 Jatuh Setelah Tertembak Rudal Majid Iran di udara
Gambar atau konten salah?
Sabtu 21 Maret 2026, sebuah jet tempur generasi kelima Amerika, F‑35, jatuh setelah ditembak oleh rudal yang diklaim berasal dari Iran.
Irgan menegaskan bahwa Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) menembak jet tersebut. Sementara pihak Amerika menyatakan jetnya hanya terkena rudal Iran dan berhasil mendarat darurat.
Rudal yang menimbulkan kerusakan ini disebut AD‑08 Majid. Rudal ini pertama kali dipamerkan pada parade militer Iran di April 2021 dan diproduksi oleh Defence Industries Organization.
Berikut ciri-ciri rudal Majid:
• Jarak jelajah 8 km, ketinggian 6 km, cocok menyerang pesawat di ketinggian rendah.
• Berat 75 kg, panjang 2,67 m, diameter 156 mm.
• Dapat diluncurkan dari kendaraan taktis Aras‑2, dengan kapasitas 4–8 rudal per peluncur.
• Tidak memancarkan sinyal radar; menggunakan sensor pasif, khususnya pencitraan inframerah untuk melacak target.
Sensor ini mendeteksi radiasi panas alami yang dipancarkan oleh pesawat, tanpa mengirim sinyal yang dapat diantisipasi. Pencari inframerah modern memakai bidang fokus berpendingin untuk menghasilkan citra termal detail.
Rudal ini menargetkan bagian terpanas pesawat, biasanya knalpot mesin atau nosel. Berbeda dengan rudal inframerah lama, Majid dapat membedakan umpan dan gangguan latar belakang dengan membandingkan bentuk dan tanda panas target dengan profil yang sudah dimuat.
Meski F‑35 Lightning II memakai material penyerap radar dan desain segi untuk stealth, pesawat ini tetap memancarkan sinyal inframerah signifikan dari mesin Pratt & Whitney F135. Meski sudah menggunakan pendinginan knalpot dan nosel khusus, teknik ini kurang efektif di jarak dekat atau situasi pertempuran tertentu.
Karena sistem Majid bersifat pasif, radar F‑35 tidak menerima peringatan dini. Rekaman militer Iran menunjukkan peluncuran tunggal diikuti benturan, menandakan presisi tinggi dan efisiensi amunisi yang terbatas.
Insiden ini menyoroti bahwa meskipun teknologi stealth menurunkan deteksi radar, pesawat tetap rentan terhadap senjata berbasis inframerah pasif, terutama ketika target berada di ketinggian rendah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Keju di Makanan Cepat Saji: Manfaat, Bahaya, dan Cara Sehat
BBM Pertamax Naik Rp16.250, Pertalite Tetap Rp10.000
Maroko Hadapi Brasil 14 Juni 2026 di Piala Dunia
Marquinhos: Brazil Bakal Menang Piala Dunia 2026, Harapan Baru
Zulkifli Hasan Kunjungi Petani Aceh, Fokus Distribusi Pupuk
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Indonesia vs Kamboja Imbang 0-0, Bertarung Ketiga AFF U-19
Pawai Pesta Kesenian Bali ke-48 di Renon, 13 Juni 2026
185 Posisi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026 untuk SMA/SMK
Maroko Hadapi Brasil di Piala Dunia 2026: Titik Awal Baru
