Festival Bedug Ngadulag Tegalsari Guncang Jalan Karawang

Tika M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Festival Bedug Ngadulag Tegalsari Guncang Jalan Karawang

Gambar atau konten salah?

Festival Bedug Ngadulag di Dusun Krasak, Desa Tegalsari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berlangsung pada malam hari (20 Maret 2026) meski hujan turun. Warga tetap antusias menyalurkan semangatnya lewat pawai malam takbiran.

Setelah Magrib, gema takbir terdengar dari berbagai penjuru desa. Meskipun hujan rintik, warga datang bersatu di pinggiran jalan, menunggu pawai yang telah lama dinantikan. Festival Bedug Ngadulag menjadi bagian penting identitas budaya Karawang, terutama di Tegalsari.

Partisipasi warga dari berbagai RT dan kelompok pemuda menampilkan kreativitas lewat tabuhan bedug, kendaraan hias, dan atraksi unik. Beberapa peserta mempersembahkan miniatur Ka'bah, ornamen Islami, serta replika rudal yang menyiratkan isu konflik di Timur Tengah. Ada juga figur naga, keranda, dan hantu tradisional dengan kostum khas pocong, kuntilanak, genderuwo, serta monster animasi. Hantu dianggap simbol bahwa jin dan setan dilepas setelah Ramadan, sementara figur leak menonjolkan keberagaman budaya Bali.

Suara sound horeg menambah warna dalam pawai. Dentuman musik enerjik berpadu dengan tabuhan bedug, menciptakan suasana yang lebih semarak. Beberapa daerah pernah menilai musik ini kontroversial, namun di Tegalsari, sound horeg dianggap bagian dari ekspresi generasi muda.

Kemeriahan pawai menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan. Kendaraan harus melambat atau berhenti karena warga memadati pinggir jalan, terutama saat rombongan kendaraan hias melintas bersamaan. Petugas parkir membantu mengatur arus kendaraan, menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Warga dan panitia bekerja sama menjaga situasi tetap kondusif. Kepadatan lalu lintas pada Ngadulag dianggap bagian dari tradisi tahunan yang dinantikan, bukan hal baru bagi masyarakat setempat.

Ringkasan: Pada (20 Maret 2026), Festival Bedug Ngadulag di Tegalsari menampilkan pawai malam takbiran dengan berbagai kreativitas, simbolisme, dan musik sound horeg. Meskipun hujan, warga antusias. Pawai menimbulkan kepadatan lalu lintas yang dikelola dengan baik oleh petugas parkir. Festival ini tetap menjadi bagian penting identitas budaya Karawang.

Festival Bedug NgadulagTegalsari KarawangIdulfitriPawai Malam TakbiranKendaraan HiasKepadatan Lalu LintasSound Horeg

Komentar

Memuat komentar...