Bendungan Cidadap Jebol, Petani Kebonpedes Tanpa Air Panen

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bendungan Cidadap Jebol, Petani Kebonpedes Tanpa Air Panen

Gambar atau konten salah?

Di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, sawah yang biasanya hijau kini berubah menjadi hamparan tanah kering. Petani di lima kampung di wilayah tersebut menatap lahan yang tak lagi bisa digarap, senyum mereka redup, menggantikan kebahagiaan dengan tatapan kosong.

Aliran air, yang menjadi urat nadi kehidupan padi, terputus total setelah Bendungan Cidadap jebol. Bencana itu tak kunjung tersentuh perbaikan, menambah beban petani.

Masalah ini bermula pada 1 November 2025 ketika longsor dan luapan Sungai Cidadap meruntuhkan dinding bendungan. Menjelang 19 Juni 2026, musim kemarau memicu dampak yang semakin nyata, mengancam mata pencaharian warga.

Hilangnya masa tanam mengubah impian petani menjadi bayang‑bayang kelam. Gagal panen total menekan perekonomian mereka, membuat harapan menurun.

Raut wajah Acep, 65 tahun, mencerminkan rasa sesak. “Iya, kita sudah tidak bisa nyawah lagi. Sekarang kan musim kemarau, terus bendungan sudah lama jebol belum diperbaiki. Jadi satu musim ini para petani di sini gigit jari, tidak bisa menanam padi,” keluh Acep dengan nada pasrah pada 19 Juni 2026.

Di Kampung Cikaret, setidaknya 35 hektare sawah kini kering kerontang. Impian warga untuk memanen padi dan membawa pulang rupiah akhir tahun menguap begitu saja. Sebelum musibah, aktivitas di sawah tidak pernah berhenti.

Petani mencoba beralih menanam palawija, namun pasokan air yang minim membuat tanah menjadi keras, sulit ditembus mata cangkul. Rencana tersebut terhenti di tengah kenyataan pahit.

Runtuhnya Bendungan Cidadap di Desa Sasagaran menjadi pukulan telak bagi ketahanan pangan lokal. Bendungan ini merupakan jantung pengairan bagi lima kampung: Jantake, Cikawung, Sasagaran, Cikaret, dan Babakan Teureup.

Di tengah ketidakpastian, para petani menaruh harapan pada pemerintah. “Kami para petani berharap ada solusi dan perhatian dari pemerintah. Ya, Bendungan Cidadapnya tolong diperbaiki lah,” pungkas Acep penuh harap.

Kepala Desa Sasagaran, Deni, mengaku sudah mengajukan bantuan ke berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun hingga kini, respons belum cepat. “Iya betul belum diperbaiki, sebetulnya usulan (perbaikan) sudah disampaikan kemana‑mana namun memang belum mendapat respons cepat,” kata Deni.

Situasi ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur pengairan bagi komunitas pertanian. Tanpa perbaikan, lahan tetap kering, menurunkan produktivitas dan menambah beban ekonomi petani di wilayah tersebut. Keputusan pemerintah akan menentukan masa depan pertanian di Kecamatan Kebonpedes.

Bendungan CidadapKecamatan KebonpedesSukabumiPetaniPadiLongsorPengairanPemerintah

Komentar

Memuat komentar...