Gapura Wayang di Klaten Memicu Kebingungan Perbatasan

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Gapura Wayang di Klaten Memicu Kebingungan Perbatasan

Gambar atau konten salah?

Selama perjalanan dari Solo menuju Jogja, pengendara akan disambut oleh sepasang gapura yang mencolok di perbatasan Kabupaten Klaten. Tampak seperti gunungan wayang yang dibelah dua, struktur ini berdiri setinggi 15 meter dengan warna emas dan garis merah.

Gapura ini terbuat dari campuran semen dan aluminium, dan di bagian bawahnya terdapat tembok berpondasi. Di kedua sisi, taman kecil dan lampu panggung menambah nuansa megah. Meskipun terlihat di Klaten, sebenarnya bangunan ini berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali.

Lokasi ini terletak tepat di perbatasan antara Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali. Namun, sebagian warga mengira bahwa tugu tersebut masih berada di Klaten karena letaknya di selatan sebuah jembatan. Sebenarnya, jembatan tersebut menandai batas wilayah Klaten, sementara gapura berada di dua kabupaten tetangga.

Tri, warga Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, menjelaskan, “Perbatasan sebenarnya wilayah Klaten itu ya yang Selatan jembatan. Yang Utara jembatan ini masuknya Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Sukoharjo dan Desa Keteguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali,” pada 26 April 2026.

Menurut Tri, sejarah gapura ini bermula pada era bangunan lama. Ia menambahkan, “Sejak dulu ya disitu saat masih bangunan lama, ini kan bangunan baru. Mungkin karena dulu di wilayah Klaten Selatan jembatan sudah banyak rumah, kemudian ditaruh disini yang longgar.”

Tri juga mengakui kebingungan yang sering muncul. Ia berkata, “Ya memang sering bikin bingung. Dikira sini masih Klaten karena di selatan gapura, padahal sudah Sukoharjo.”

Handoyo, kepala desa Keteguhan, Kecamatan Sawit, Boyolali, menegaskan posisi gapura tersebut. Ia menyatakan, “Yang timur Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan batas dengan Klaten yaitu jembatan setelah gapura wayang itu.”

Di sisi lain, Zulfan M Sakti, kepala seksi perencanaan Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, menyatakan, “Gapura atau tugu wayang tidak di wilayah Klaten tapi di Boyolali dan Sukoharjo.” Ia menambahkan bahwa batas wilayah Klaten terakhir berada di jembatan Tegalgondo.

Ketika ditanya tentang asal-usul gapura, Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto, menjawab, “Ceritanya dulu bagaimana saya tidak tahu. Sepengetahuan saya hanya mengikuti yang lama.”

Gapura ini menjadi simbol perbatasan yang menakjubkan, sekaligus mengingatkan bahwa batas administratif seringkali tidak terlihat jelas bagi masyarakat. Dengan sejarahnya yang melibatkan tiga kabupaten, tugu ini menonjol sebagai landmark yang menegaskan identitas wilayah sekaligus menantang persepsi umum tentang batas kota.

gapura wayangKlatenSukoharjoBoyolaliperbatasantugu wayangkebingungan

Komentar

Memuat komentar...