Garuda Indonesia Sesuaikan Jadwal Penerbangan ke Jeddah Imbas Konflik

Jaka M. · 2 min baca · 13 jam lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Garuda Indonesia Sesuaikan Jadwal Penerbangan ke Jeddah Imbas Konflik

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah mulai terasa dampaknya pada jadwal penerbangan menuju Arab Saudi. Maskapai nasional Garuda Indonesia mengonfirmasi bahwa rute ke Jeddah tetap dibuka, namun sejumlah penyesuaian operasional telah diberlakukan.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Eric Ferdinand Sofyal, mengungkapkan bahwa pihaknya memantau secara ketat perkembangan situasi di kawasan tersebut. Sejak Jumat 09 Oktober 2026, maskapai sudah menerapkan berbagai langkah penyesuaian.

"Garuda Indonesia telah melakukan sejumlah penyesuaian operasional penerbangan melalui berbagai langkah mitigasi, mulai dari pengalihan rute penerbangan, pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif, hingga penundaan penerbangan, berdasarkan perkembangan situasi serta koordinasi dan arahan dari General Authority of Civil Aviation (GACA) di Arab Saudi," jelas Eric dalam keterangan resminya pada Kamis 15 Oktober 2026.

Penyesuaian ini bukan tanpa alasan. Aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama. Garuda menyatakan akan terus mengedepankan keamanan penerbangan melalui pengelolaan risiko operasional yang terukur, dengan tetap berkoordinasi bersama otoritas penerbangan terkait.

Bagi penumpang yang terdampak, maskapai memastikan telah memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. "Lebih lanjut, seluruh penumpang yang terdampak oleh penyesuaian penerbangan tersebut telah mendapatkan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Eric.

Hingga saat ini, jadwal penerbangan dari dan menuju Jeddah diperkirakan masih akan mengalami perubahan. Hal ini menyesuaikan dengan dinamika situasi terkini dan hasil koordinasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi.

Berbeda dengan Jeddah, rute penerbangan dari dan menuju Madinah dilaporkan tetap beroperasi normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Belum ada perubahan yang diumumkan untuk rute tersebut.

Eric menambahkan bahwa Garuda Indonesia akan terus memperkuat langkah mitigasi operasional. Pemantauan situasi dilakukan secara berkelanjutan, disertai koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

"Upaya tersebut turut mencakup kesiapan skenario operasional alternatif, termasuk penyiapan bandara pengalihan, guna mengantisipasi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasional penerbangan, dengan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama," papar Eric.

Kondisi ini menunjukkan bagaimana maskapai nasional harus responsif terhadap perubahan situasi geopolitik. Persiapan bandara alternatif dan skenario operasional cadangan menjadi bagian penting dari strategi menghadapi ketidakpastian. Bagi calon penumpang, memantau informasi resmi dari maskapai sebelum keberangkatan menjadi langkah bijak mengingat jadwal masih bisa berubah sewaktu-waktu.

penyesuaian penerbanganGaruda IndonesiaJeddahketegangan geopolitikTimur Tengahkeselamatan penerbanganbandara alternatifrute penerbangan

Komentar

Memuat komentar...