Gejala Awal Gagal Ginjal: Kaki Bengkak, Urin Berbusa

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gejala Awal Gagal Ginjal: Kaki Bengkak, Urin Berbusa

Gambar atau konten salah?

Ginjal berperan penting dalam menyaring darah dan mengeluarkan limbah lewat urin. Ketika fungsi ginjal mulai menurun, tubuh sering mengirim sinyal lewat gejala ringan. Namun, banyak orang menganggap gejala tersebut sekadar kelelahan biasa atau akibat gaya hidup. Akibatnya, kerusakan ginjal terdeteksi hanya ketika sudah cukup parah.

Menurut data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diabetes dan hipertensi tetap menjadi penyebab utama gagal ginjal di dunia. Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala sampai tahap akhir.

Dr. Reetesh Sharma, Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India, menegaskan bahwa “Masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit.” Ia menekankan pentingnya memantau diri bagi siapa pun yang menderita diabetes atau hipertensi.

Berikut empat alarm yang sering disalahpahami:

  1. Kaki Bengkak yang Sering Dikira Efek Penuaan. Banyak orang mengira pembengkakan di pergelangan kaki atau mata hanya karena konsumsi garam berlebih, kelelahan, atau penuaan. Padahal, pembengkakan ini dapat menandakan ginjal mulai kewalahan. Dr. Sharma menjelaskan: “Ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh.” Jika kaus kaki meninggalkan bekas dalam kulit, sepatu terasa sempit, atau wajah tampak bengkak di pagi hari, segera periksakan ke dokter.
  2. Urine Berbusa dan Sering Kencing Malam. Perubahan pola buang air kecil adalah cara paling jujur ginjal menunjukkan kondisinya. Urine yang berbusa, keruh, atau bercampur darah menandakan kebocoran protein. Dr. Sharma menambahkan: “Urine yang berbusa pekat menandakan adanya kebocoran protein (albumin), yang menjadi indikator kuat bahwa saringan ginjal sudah bocor.” Selain itu, sering terbangun di malam hari hanya untuk ke toilet juga tidak boleh diabaikan.
  3. Kelelahan Ekstrem yang Tak Kunjung Hilang. Di zaman modern, rasa lelah sering dianggap wajar akibat stres kerja. Namun, jika lesu tidak membaik meski sudah beristirahat cukup, darah mungkin sudah tercemar racun. Dr. Sharma berkata: “Mereka yang memiliki masalah ginjal akan sering merasa lelah dan lesu, dan mungkin juga mengalami penurunan nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja.” Ketika fungsi ginjal menurun drastis, organ ini gagal menyaring limbah berbahaya, membuat tubuh terus terasa keracunan dan kehabisan energi.
  4. Kulit Mendadak Kering dan Sangat Gatal. Hubungan antara kesehatan kulit dan ginjal ternyata erat. Kulit bersisik, kering, dan gatal hebat yang tak kunjung reda meski sudah diolesi pelembap dapat menjadi sinyal bahaya. Dr. Sharma menjelaskan bahwa ginjal bermasalah kehilangan kemampuan mengatur keseimbangan mineral dan nutrisi penting di darah.

Bagi penderita diabetes atau hipertensi, deteksi dini sangat penting. Melakukan tes darah untuk melihat laju filtrasi glomerulus (GFR) dan tes protein urine dapat mengungkap kerusakan sebelum masuk stadium akhir. Pemeriksaan rutin membantu mengidentifikasi masalah sejak dini dan meminimalkan komplikasi.

Seiring dengan fakta bahwa gejala ginjal sering tidak terlihat, kesadaran akan tanda-tanda awal sangat krusial. Dengan memantau kondisi tubuh dan mengikuti tes rutin, orang dapat menghindari kerusakan ginjal yang lebih parah.

ginjaldiabeteshipertensigejalapembengkakanurine berbusakelelahankulit kering

Komentar

Memuat komentar...