Harga Bensin Hong Kong Tertinggi Karena Konflik Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Dampaknya terasa di Hong Kong, di mana harga bensin menjadi yang tertinggi di dunia.
Menurut data GlobalPetrolPrices.com, Hong Kong secara konsisten menghadapi harga bensin tertinggi sebelum dan sesudah konflik antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran. Penutupan jalur migas penting di Selat Hormuz, yang melibatkan negara‑negara Teluk penghasil minyak, telah memicu lonjakan harga minyak global selama sebulan terakhir.
Di kota ini, hanya sekitar 8,4 % dari 7,5 juta penduduk yang memiliki mobil pribadi. Meskipun persentase ini kecil, kenaikan harga bahan bakar dapat menambah inflasi dan biaya logistik, yang akhirnya mempengaruhi sektor lain.
Shell Hong Kong menampilkan harga BBM terbaru. Shell FuelSave Unleaded dijual seharga 32,39 dolar Hong Kong atau setara Rp 70.234 per liter (1 HKD = Rp 2.168). Shell V‑Power Racing tersedia seharga 34,19 dolar Hong Kong atau setara Rp 74.137 per liter. Sementara bahan bakar diesel dijual 34,97 dolar Hong Kong atau setara Rp 75.829 per liter.
Presiden Eksekutif Hong Kong, John Lee, menyatakan keprihatinannya tentang kenaikan harga minyak bulan lalu. Ia berjanji akan memantau fluktuasi harga dengan cermat. Untuk saat ini, pasokan energi di Hong Kong tetap aman karena kota ini memperoleh sekitar 80 % produk minyaknya dari daratan China.
“Dengan keuntungan memiliki dukungan kuat dari negara induk, Hong Kong mampu mempertahankan pasokan energi yang stabil di tengah kekurangan energi di banyak wilayah dan kota di seluruh dunia,” demikian siaran pers pemerintah Hong Kong.
Dalam beberapa hari terakhir, banyak pemilik mobil memilih mengisi bahan bakar di daratan China. Harga bensin di sana bisa lebih rendah sepertiga dari harga di Hong Kong. Harga bensin tinggi, ditambah biaya parkir yang mahal dan biaya registrasi kendaraan, membuat kepemilikan mobil menjadi salah satu yang paling mahal di antara kota‑kota besar global.
Hong Kong juga memiliki jaringan transportasi umum yang luas dan berkualitas tinggi, sehingga banyak penduduk lebih memilih menggunakan transportasi publik. Para analis mengaitkan harga bensin yang mahal di Hong Kong dengan pajak bahan bakar yang tinggi dan biaya lahan yang mahal.
Secara keseluruhan, konflik di Timur Tengah telah menekan harga minyak global, yang berdampak langsung pada harga bahan bakar di Hong Kong. Meskipun pasokan energi tetap aman berkat hubungan dengan China, biaya hidup berkaitan dengan kendaraan tetap tinggi, memaksa banyak orang untuk mencari alternatif transportasi yang lebih terjangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Nusa Penida Bertransformasi Jadi Pulau Hijau
Prancis vs Spanyol: Semifinal Piala Dunia 2026
Kakek 83 Tahun Kena Sifilis Setelah 50 Tahun Menikah
Malta Pulau Terpadat Wisatawan di Eropa
AHM 55 Tahun, 100 Juta Unit, Rayakan Sederhana
Alonso Akui Ada Klub Lain Incar Garnacho
Rekor Buruk Deschamps Lawan Spanyol Jadi Ujian di Semifinal
Gemini Ungkap Pengguna Indonesia Paling Kreatif di Asia Tenggara
