Nusa Penida Bertransformasi Jadi Pulau Hijau
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Klungkung secara resmi bekerja sama dengan PT Riline Velocity Express (RVE) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk mengubah Nusa Penida menjadi pulau hijau atau Green Island. Kerja sama ini dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang pengembangan Green Mobility Ecosystem dan kendaraan listrik. Acara penandatanganan berlangsung di lapangan umum Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, pada 14 Juli 2026.
Tiga pihak menandatangani perjanjian strategis ini. Bupati Klungkung I Made Satria, Direktur PT RVE Raymond Wibisono Djukardi, dan perwakilan PT Bank Mandiri Area Denpasar Hero Priantoro membubuhkan tanda tangan mereka. Mereka berkomitmen untuk memperkuat layanan keuangan perbankan demi mendukung ekosistem ramah lingkungan di Nusa Penida.
Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan sinergi ini. Menurutnya, kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan alam Nusa Penida di tengah pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang terus berjalan.
"Visi ini bukan hanya tentang menjaga keindahan alam, melainkan membangun sebuah pulau yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Satria.
Satria menjelaskan, langkah ini sejalan dengan peta jalan Nusa Penida menuju 100 persen energi terbarukan. Pemerintah daerah menargetkan wilayah kepulauan ini sepenuhnya memanfaatkan energi bersih pada tahun 2030 mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, pemanfaatan pembangkit energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi akan dipercepat. Di sisi lain, penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel akan dihentikan secara bertahap.
Pemkab Klungkung, lanjut Satria, berkomitmen mendorong integrasi program-program hijau dari hulu ke hilir. Mulai dari percepatan penggunaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, digitalisasi pelayanan publik, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
"Saya mengajak seluruh pihak agar kerja sama ini tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata. Mari kita jadikan Nusa Penida ini sebagai contoh bahwa pembangunan ekonomi, pariwisata, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara harmonis," imbuhnya.
Direktur PT RVE Raymond Wibisono Djukardi memaparkan Green Mobility Ecosystem yang dibawa ke Nusa Penida merupakan sistem transportasi terintegrasi berbasis kendaraan listrik. Ekosistem ini mencakup penyediaan armada kendaraan listrik, stasiun pengisian daya, platform digital, pelatihan pengemudi lokal, hingga layanan mobilitas pariwisata.
Melalui kolaborasi ini, Nusa Penida ditargetkan menjadi pelopor Green Mobility Tourism sekaligus pulau wisata pertama di Indonesia dengan ekosistem transportasi listrik yang terintegrasi secara modern.
"Tujuannya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Klungkung dan mewujudkan visi bersama sebagai pelopor pariwisata hijau berkelanjutan. Terima kasih kepada Pemkab Klungkung atas kepercayaannya," ujar Raymond.
Ia berharap hadirnya sistem kendaraan ramah lingkungan ini mampu membawa pariwisata di Nusa Penida naik kelas menjadi lebih maju dan berkualitas tanpa merusak alam Bali.
Nusa Penida selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam yang populer di Bali. Pulau ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak pariwisata terhadap lingkungan. Langkah menuju energi terbarukan dan transportasi listrik diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang. Target 2030 untuk energi bersih menunjukkan komitmen yang cukup serius dari pemerintah daerah. Namun, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
