Harga Daging Naik 40 Persen, Restoran Korea di Indonesia Tertekan
Gambar atau konten salah?
Bisnis restoran Korea di Indonesia sedang menghadapi tekanan yang cukup berat. Bukan cuma soal harga yang merangkak naik, tetapi juga sulitnya mendapatkan bahan baku yang cocok untuk kebutuhan dapur mereka.
Yoon Ki-baek, Sekretaris Jenderal Asosiasi Usaha Kuliner Korea di Indonesia, membeberkan bahwa harga daging sapi sudah melonjak hingga 40 persen. Sementara daging babi naik sekitar 30 persen. Kenaikan ini jelas memukul kantong para pengusaha restoran karena biaya operasional ikut membengkak.
"Kenaikan ini memberikan tekanan yang cukup besar terhadap biaya operasional restoran. Kami berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku dapat terus dijaga agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik," kata Yoon saat dihubungi pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Persoalan tidak berhenti di situ. Para pengusaha juga kesulitan mencari bahan baku yang sesuai dengan standar operasional mereka. Ambil contoh daging babi. Beberapa restoran kini mulai beralih menggunakan daging babi lokal sebagai alternatif. Namun, jalan ini pun tidak mulus. Masih ada persoalan konsistensi kualitas dan spesifikasi daging yang kadang tidak cocok dengan kebutuhan dapur restoran Korea.
Menghadapi situasi ini, Yoon menyampaikan harapan agar pemerintah mau melonggarkan sebagian pembatasan atau perizinan impor. Tentu saja untuk jenis dan jumlah bahan baku yang memang benar-benar dibutuhkan industri. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk mengabaikan kepentingan produsen lokal.
"Harapan kami, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha tanpa mengabaikan kepentingan produsen lokal," jelasnya.
Yoon juga mengingatkan soal risiko jangka panjang. Jika masalah pasokan tidak segera ditangani, restoran bisa kesulitan menyajikan menu berbahan daging kepada pelanggan. Dalam jangka panjang, pengusaha mungkin harus mengurangi pilihan menu, menyesuaikan harga jual, atau mencari langkah operasional lain demi mempertahankan usaha.
Ia pun mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan asosiasi dan pelaku usaha. Tujuannya jelas: memetakan kebutuhan riil industri. Yoon mengusulkan adanya koordinasi yang lebih baik soal ketersediaan bahan baku, kesesuaian produk lokal dengan kebutuhan industri, serta kemungkinan penyesuaian perizinan impor secara terukur untuk menutup celah pasokan yang belum bisa dipenuhi.
"Kami berharap pemerintah dapat terus membuka ruang dialog dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan riil industri. Kami mengusulkan agar dilakukan koordinasi mengenai ketersediaan bahan baku, kesesuaian produk lokal dengan kebutuhan industri, serta kemungkinan penyesuaian perizinan impor secara terukur untuk memenuhi kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh pasokan yang tersedia," ujarnya.
Kondisi ini menggambarkan dilema yang dihadapi industri kuliner Korea di Indonesia. Di satu sisi, mereka ingin tetap setia pada cita rasa otentik yang menjadi ciri khas masakan Korea. Di sisi lain, keterbatasan pasokan lokal dan mahalnya harga impor memaksa mereka untuk beradaptasi. Keseimbangan antara menjaga kualitas menu dan bertahan di tengah tekanan biaya menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah. Dialog antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar industri ini bisa bernapas lega tanpa mengorbankan kepentingan siapa pun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali yang Terkendala
PLN Ganti Dirut, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo
Danantara Minta Maaf ke Pelanggan PLN Batam atas Gangguan Listrik
PLN Tunjuk Suroso Isnandar Jadi Dirut Gantikan Darmawan
BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC
BUMI Bungkam Isu Beli Tambang Kideco US$1 Miliar
Berita Terbaru
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali yang Terkendala
PLN Ganti Dirut, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo
Danantara Minta Maaf ke Pelanggan PLN Batam atas Gangguan Listrik
PLN Tunjuk Suroso Isnandar Jadi Dirut Gantikan Darmawan
BEI Rilis 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC
BUMI Bungkam Isu Beli Tambang Kideco US$1 Miliar
