Harga Plastik Tembus 40%: Gerai Kuliner Ganti Daun Pisang

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Harga Plastik Tembus 40%: Gerai Kuliner Ganti Daun Pisang

Gambar atau konten salah?

Harga plastik di Indonesia naik tajam pada 01 April 2026. Kenaikan ini mencapai 30-40 persen dan dipicu oleh kenaikan harga bahan baku minyak mentah, komponen utama pembuatan plastik.

Perubahan ini langsung memengaruhi pelaku industri kuliner. Banyak gerai makanan dan minuman, yang sebelumnya menggunakan wadah plastik, kini mencari solusi lain. Plastik memang mudah dibentuk menjadi piring, mangkuk, atau gelas, namun biaya yang melonjak membuat banyak pemilik gerai menimbang opsi alternatif.

Daun pisang menjadi pilihan yang banyak dipuji. Selain lebih ramah lingkungan, daun pisang dapat dibentuk menjadi wadah yang cukup kuat dan menarik. Beberapa gerai sudah mulai menampilkan produk mereka dalam kemasan daun pisang, baik di media sosial maupun di tempat penjualan.

Gerai es krim Momoyo di Wonokerto memposting video penyajian es krim menggunakan mangkuk daun pisang. Pihak Momoyo menuliskan keterangan, “Tenang kita sudah ada solusinya.” Video tersebut menunjukkan es krim disajikan dalam mangkuk daun pisang, begitu juga waffle dengan topping es krim yang diletakkan di atas pincuk daun pisang.

Di Azana Hotel Lampung, Lefo Cafe membuat konten tentang penggunaan daun pisang sebagai wadah coffee latte. “Solusi harga plastik naik,” tulis keterangan pada unggahan Lefo Cafe di Instagram. Dalam video, barista menampilkan latte yang disajikan di atas daun pisang, tetap tampil cantik seperti menggunakan gelas biasa.

Content creator dan penjual jus buah viral, Mang Ucup, juga menunjukkan bagaimana tokonya menggunakan wadah daun pisang. Ia mengubah daun pisang menjadi mangkuk persegi panjang dan menyajikan es buah racikan di dalamnya. Sendok untuk menikmati es buah pun dibuat dari daun pisang. Video ini menarik banyak perhatian, dan komentar netizen di Instagram pun mengalir deras.

“Menurut aku lebih alami dan ramah lingkungan,” komentar netizen. “Ini mah ntar daun pisangnya yang naik daun alias mahal,” sahut netizen lain. “Pakai daun jati jadi tempe Cup,” ujar seorang netizen dengan komentar lucu.

Perubahan harga plastik yang signifikan memaksa pelaku kuliner untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Daun pisang, dengan kemampuannya menjadi wadah yang praktis dan estetis, menjadi solusi yang banyak diadopsi. Keputusan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada plastik, tetapi juga memberi nilai tambah bagi pelanggan yang semakin peduli lingkungan.

Harga plastikKenaikan bahan baku minyak mentahDaun pisangAlternatif wadah kulinerIndustri kulinerMakanan ramah lingkunganTren penggunaan daun pisang

Komentar

Memuat komentar...