Hi‑VITS Deteksi Kebakaran Listrik, Juara Nasional Indonesia

Dewi M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Hi‑VITS Deteksi Kebakaran Listrik, Juara Nasional Indonesia

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, kebakaran yang disebabkan oleh gangguan instalasi listrik masih menjadi penyebab utama kerugian pada bangunan hunian maupun industri. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan sistem yang dapat mendeteksi potensi kebakaran listrik sejak dini.

Untuk menjawab masalah tersebut, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Hi-VITS, sebuah sistem mitigasi pintar yang dirancang untuk bekerja bersamaan dengan perangkat pengaman listrik konvensional, seperti Miniature Circuit Breaker (MCB).

Berbeda dengan MCB yang hanya aktif saat terjadi arus berlebih atau korsleting, Hi-VITS dapat mendeteksi kondisi busur listrik—sebuah gangguan yang sering menjadi pemicu kebakaran namun sulit dikenali oleh sistem pengaman biasa.

Anggota tim, Ananda Aullia Nayaka, menjelaskan bahwa perangkat ini mengutamakan peringatan dini. "Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna," jelas Ananda, dikutip dari laman resmi ITS. Dengan begitu, pengguna dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum kondisi menjadi berbahaya.

Menurut Ananda, pendekatan ini memungkinkan aktivitas tetap berjalan normal tanpa gangguan pemadaman mendadak. Pemutusan aliran listrik baru dilakukan secara otomatis ketika kondisi sudah memasuki tahap yang membahayakan.

Pengembangan Hi-VITS melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari mahasiswa berbagai program studi di ITS. Selain merancang teknologi, mereka juga menyusun strategi bisnis dan komersialisasi agar inovasi ini memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara luas.

Kepala tim, Khoirul Anam, menekankan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga sejauh mana solusi tersebut dapat diterima masyarakat dan industri. "Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas," ujar Khoirul, mahasiswa Program Magister Teknik Elektro ITS.

Keberhasilan Hi-VITS terlihat ketika tim meraih juara pada ajang Startup World Cup (SWC) Regional Malang 01 Januari 2026. Prestasi tersebut membuka peluang bagi tim ITS untuk mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat internasional yang akan berlangsung di Silicon Valley, Amerika Serikat, pada 01 November 2026.

Tim pengembang Hi-VITS terdiri atas Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro; Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri; serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi ITS.

Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Pengembangan sistem deteksi kebakaran listrik ini turut mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, Hi-VITS menawarkan pendekatan yang lebih proaktif dalam mencegah kebakaran listrik, dengan memberi peringatan sebelum kondisi berbahaya terjadi. Keberhasilannya di kompetisi nasional dan peluang di Silicon Valley menandai langkah penting bagi Indonesia dalam memajukan teknologi keamanan listrik.

Hi-VITSkebakaran listriksistem deteksiperingatan diniStartup World CupSilicon Valleykeamanan listrik

Komentar

Memuat komentar...