IATA Luncurkan Kampanye 'Selamatkan Nyawa, Bukan Tas'
Gambar atau konten salah?
Evakuasi pesawat kini terasa lebih rumit. Penumpang, baik yang tak sadar maupun yang sengaja, lebih memilih mengambil barang pribadi atau memotret situasi darurat daripada segera turun dari pesawat.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sudah lama menyarankan agar kompartemen atas kepala penumpang dikunci. Tujuannya, mencegah penumpang mengambil barang bawaan saat keadaan darurat. Menurut IATA, pesawat berukuran besar harus mampu melakukan evakuasi penuh dalam 90 detik.
Namun, catatan IATA menunjukkan bahwa penumpang masih berusaha mengambil barang bawaan mereka meski sudah diingatkan untuk tidak. Detik-detik berharga terbuang ketika mereka fokus pada tas, foto, atau barang tidak penting.
Untuk menanggapi hal ini, IATA meluncurkan kampanye “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas”. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan lebih penting daripada barang.
Nick Careen, wakil presiden senior bidang operasi, keselamatan, dan keamanan, menegaskan bahwa perilaku penumpang masih belum optimal. Ia mengatakan, “Jika kita tidak melihat perubahan perilaku yang kita harapkan, maka kita harus sedikit lebih tegas, yang bisa berupa sanksi dan bisa juga sesuatu yang sederhana seperti mekanisme penguncian yang kuat pada kompartemen di atas kepala.”
Careen menambahkan, “Sanksi agak efektif, tetapi kecuali diterapkan secara konsisten, maka sanksi tersebut akan kehilangan efektivitasnya.”
Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan baik. “Itulah mengapa penting untuk membangun kebiasaan baik bagi semua pelancong, seperti memperhatikan demonstrasi keselamatan setiap kali dan menyimpan barang-barang penting, seperti paspor, uang, dan obat-obatan di saku mereka,” ujarnya.
Careen menegaskan bahwa penumpang harus memahami konsekuensi jika mengabaikan arahan awak kabin. Ia menambahkan, “Penumpang harus memahami ada konsekuensi saat mengabaikan arahan awak kabin. Ia melanjutkan bahwa rencana ini perlu disetujui oleh maskapai penerbangan sebelum diimplementasikan.”
Administrator Administrasi Penerbangan Federal, Bryan Bedford, menyoroti peningkatan ketidakpatuhan penumpang. Ia berkata, “Pada saat-saat tersebut, kepatuhan sangat penting. Penumpang harus bertindak cepat, mengikuti instruksi tanpa ragu-ragu, dan meninggalkan semua barang bawaan mereka.”
Data IATA menunjukkan bahwa empat dari 10 penumpang tidak menyadari bahwa mereka diharapkan untuk meninggalkan barang-barang mereka. Hal ini menegaskan perlunya edukasi yang lebih intensif dan mekanisme penguncian yang lebih kuat.
Kesimpulannya, evakuasi pesawat masih bergantung pada perilaku penumpang. Dengan kampanye “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas” dan penegasan kebijakan IATA, diharapkan setiap penumpang dapat lebih cepat dan disiplin saat menghadapi situasi darurat, sehingga waktu berharga dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasi Jaha Manado: Hidangan Khas dengan Aroma Smoky dan Pedas
Kebakaran Bukit Sempana: 25 Pendaki Evakuasi, Tanpa Korban
Bandung Zoo Pindah Pengelola: Faunaland Kontrak 26 Tahun
PAHO Rilis Panduan Kesehatan bagi Wisatawan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Dallas Rasakan Rp 32 Triliun Pendapatan
Fauna Land Ancol Pengelola Kebun Binatang Bandung 26 Tahun
Berita Terbaru
Syarifah Naura Juara Youth ESG Maritime 2026: Smart Bronjong
Polda Sumsel Luncurkan Latihan Senpi Musi 2026 Penegakan
XLSmart Luncurkan ESTA Ecosystem di Bravo 500 Summit 56 karakterك
Harga Emas Antam di Palembang Turun Rp 24.000, Ketiga Kali
KCL Singhasari Buka Pendaftaran MSc & MA Digital Futures
Satpol PP Badung Temukan Bangunan Kosong Anak Punk yang
200 Pemuda Desa Kunjungi Jepang, Dapat Pengalaman Praktis
