200 Pemuda Desa Kunjungi Jepang, Dapat Pengalaman Praktis

Bambang W. · 2 min baca · 23 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
200 Pemuda Desa Kunjungi Jepang, Dapat Pengalaman Praktis

Gambar atau konten salah?

200 pemuda desa dipindahkan ke Jepang melalui Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama. Program ini dirancang agar para peserta dapat menimba pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat mereka gunakan ketika kembali ke tanah air.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai desa di 15 provinsi. Selama berada di Jepang, mereka akan belajar dan memperoleh pengalaman kerja. “Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa‑desa di tanah air,” ujar Yandri.

Yandri menambahkan bahwa Indonesia memiliki 75.266 desa dengan potensi yang beragam, mulai dari desa ekspor, desa wisata, desa energi hingga desa swasembada air. Potensi ini menjadi dasar bagi program pengembangan desa yang lebih luas.

Selain pengiriman pemuda ke Jepang, Kementerian Desa bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat desa. Pada kesempatan yang sama, diumumkan kuota awal 500 beasiswa bagi anak-anak desa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Keberhasilan pembangunan desa memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya. “Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya,” kata Yandri.

Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad turut mendukung program tersebut. Ia menilai kesempatan belajar di luar negeri dapat menjadi bekal bagi pemuda desa untuk mengembangkan daerah asalnya.

“Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat,” kata Raff.

Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan potensi desa. Dengan pengalaman internasional dan dukungan pendidikan tinggi, para pemuda desa diharapkan mampu membawa perubahan positif di komunitas mereka.

Pemuda DesaJepangProgram Pemuda Bangun DesaDesa EksporDesa WisataOctahelixBeasiswa

Komentar

Memuat komentar...