200 Pemuda Desa Kunjungi Jepang, Dapat Pengalaman Praktis
Gambar atau konten salah?
200 pemuda desa dipindahkan ke Jepang melalui Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama. Program ini dirancang agar para peserta dapat menimba pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat mereka gunakan ketika kembali ke tanah air.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai desa di 15 provinsi. Selama berada di Jepang, mereka akan belajar dan memperoleh pengalaman kerja. “Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa‑desa di tanah air,” ujar Yandri.
Yandri menambahkan bahwa Indonesia memiliki 75.266 desa dengan potensi yang beragam, mulai dari desa ekspor, desa wisata, desa energi hingga desa swasembada air. Potensi ini menjadi dasar bagi program pengembangan desa yang lebih luas.
Selain pengiriman pemuda ke Jepang, Kementerian Desa bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat desa. Pada kesempatan yang sama, diumumkan kuota awal 500 beasiswa bagi anak-anak desa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Keberhasilan pembangunan desa memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya. “Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya,” kata Yandri.
Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad turut mendukung program tersebut. Ia menilai kesempatan belajar di luar negeri dapat menjadi bekal bagi pemuda desa untuk mengembangkan daerah asalnya.
“Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat,” kata Raff.
Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan potensi desa. Dengan pengalaman internasional dan dukungan pendidikan tinggi, para pemuda desa diharapkan mampu membawa perubahan positif di komunitas mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BRI Buka Lowongan Kerja BBAP 2026
KAI Services Buka Lowongan Lulusan SMA, Daftar Besok Ditutup
SKK Migas Buka 35 Lowongan Kerja Hingga 14 Juli 2026
Pertamina Buka Magang, Daftar Hanya 5 Hari
Rekrutmen Lulusan SMA Bea Cukai Mulai Mei 2026 Bersama CPNS
Pemerintah Buka 8.180 Posisi PPPK Sekolah Rakyat 2026
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
