Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
Gambar atau konten salah?
I Ketut Sadra, seorang warga Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, berusia 72 tahun, dilaporkan hilang pada Minggu (31 Mei 2026). Ia sempat pamit kepada keluarganya untuk menengok hewan ternak di belakang rumahnya. Dua minggu kemudian, polisi menemukan jenazahnya.
Kapolsek Kediri Kompol I Putu Budiawan mengungkapkan bahwa jenazah ditemukan pada Minggu (14 Juni 2026) pukul 06.30 Wita di semak-semak lahan kosong. Awalnya warga sedang melakukan ngayah di Pura Dalem Lebah untuk persiapan odalan. Saat mereka berada di sana, bau busuk menyengat muncul. “Ketika didekati ditemukan mayat seorang laki-laki dalam keadaan membusuk. Masyarakat kemudian menghubungi Kawil Banjar Batugaing Kelod dan melaporkan penemuan ke Polsek Kediri,” jelas Budiawan.
Setelah ditemukan, jenazah dikonfirmasi kepada keluarga yang melaporkan kehilangan dua minggu lalu. Pakaian yang dikenakan korban sama persis dengan saat hilang. “Saat mayat ditemukan korban mengenakan baju putih lengan biru dan celana kain pendek warna biru dongker,” tambahnya.
Menurut keluarga, I Ketut Sadra memiliki riwayat sakit jantung dan gatal di kulit. Ia sering mengalami linglung dan amnesia dalam kesehariannya. Jenazah dibawa ke UGD RS Singasana untuk pemeriksaan. Dokter menyatakan bahwa korban sudah mengalami pembusukan, ditemukan larva di seluruh tubuh. Tulang tengkorak bagian belakang terlihat, dan diperkirakan ia meninggal lebih dari 36 jam.
“Keluarga korban menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak melaporkan ke ranah hukum serta menolak dilakukan autopsi,” pungkas keluarga.
Sebelumnya, pencarian I Ketut Sadra dihentikan. Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, menyatakan bahwa petugas gabungan berbagai instansi menghentikan pencarian sejak Senin (8 Juni 2026). Penghentian dilakukan setelah petugas menelusuri keberadaan Sadra selama delapan hari. “Hingga hari kedelapan pencarian, hasilnya nihil. Korban masih belum ditemukan meskipun tim gabungan telah menyisir ladang di wilayah luar banjar,” ungkap Budiawan pada Rabu (10 Juni 2026).
Penemuan jenazah ini menegaskan pentingnya koordinasi antara warga, aparat, dan keluarga dalam situasi kehilangan. Meskipun pencarian dihentikan, keluarga tetap menolak prosedur hukum dan autopsi, memandang kejadian ini sebagai musibah pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
