Indonesia Kalahkan Saint Kitts 4‑0, Beckham Ice Cold

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Indonesia Kalahkan Saint Kitts 4‑0, Beckham Ice Cold

Gambar atau konten salah?

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 March 2026, Indonesia menjuarai laga FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts & Nevis dengan skor telak 4–0. John Herdman memimpin timnas senior Indonesia dalam pertandingan ini.

Setelah mencetak gol pertamanya, Beckham Putra menampilkan selebrasi yang mengingatkan pada gaya “ice cold” Cole Palmer. Ia menyilangkan tangan, memegang lengan atas, dan mengekspresikan sikap seolah menggigil. Gerakan ini mirip dengan yang sering dipakai Beckham saat mencetak gol sambil mengenakan kostum Persib Bandung.

Selebrasi “ice cold” bukan sekadar gaya unik. Di lapangan, pemain sering menampilkan gestur yang menonjolkan kepercayaan diri dan ketenangan. Beckham meniru Cole Palmer sebagai cara menunjukkan bahwa ia merasa tenang dan siap menghadapi tekanan.

Konsep yang mendasari perilaku ini adalah efikasi diri, atau self‑efficacy. Dalam psikologi, efikasi diri merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri. Semakin tinggi kepercayaan diri, semakin kecil kebutuhan untuk mengekspresikan emosi berlebihan.

Menurut Albert Bandura, psikolog kognitif sosial, efikasi diri adalah keyakinan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan dalam situasi tertentu. Bandura menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam mengelola tekanan dan mencapai tujuan.

Di level kompetisi tinggi, regulasi emosi menjadi kunci. Gestur “dingin” seperti yang ditunjukkan Beckham dapat menjadi strategi untuk menahan euforia berlebihan dan tetap fokus pada permainan. Verywell Mind menjelaskan bahwa emosi yang tidak terkontrol dapat mengganggu konsentrasi dan menghambat keputusan yang tepat.

Menurut Psychology Today, kegagalan dalam mengendalikan emosi sering membuat orang melakukan tindakan yang kemudian disesali. Di sepakbola, emosi seperti amarah, kecemasan, atau ketakutan dapat membuat pemain kehilangan kejernihan pikiran, sehingga peluang yang ada terbuang sia-sia.

Keseluruhan, selebrasi Beckham Putra setelah gol melawan Saint Kitts & Nevis menampilkan contoh bagaimana pemain dapat memanfaatkan efikasi diri dan regulasi emosi untuk tetap tenang di tengah tekanan. Sikap “ice cold” yang diambil dari Cole Palmer menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan kontrol emosi dapat menjadi aset penting bagi pemain sepakbola di level elit.

FIFA Series 2026Beckham Putraselebrasi ice coldefikasi diriregulasi emosikepercayaan diriStadion Utama Gelora Bung Karno

Komentar

Memuat komentar...