Indra iTechLife: Dari Kaskus ke 550K Subscriber, Fokus Apple

Bayu K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Indra iTechLife: Dari Kaskus ke 550K Subscriber, Fokus Apple

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, pada awal dekade ini, mayoritas pengguna smartphone masih memilih BlackBerry, sementara Android mulai menembus pasar. iPhone, di sisi lain, masih menjadi barang langka yang sulit ditemukan informasinya.

Di tengah arus tersebut, seorang mahasiswa Binus bernama Indra memutuskan untuk mengambil jalur yang berbeda. Ia tidak membeli gadget secara impulsif, melainkan memanfaatkan rasa penasaran dan frustrasi yang ia rasakan ketika mencari informasi tentang Apple.

“Untuk mencari informasi tentang Apple masih sangat sulit sekali. Kita harus deep dive ke forum-forum seperti Kaskus,” ujarnya.

Frustrasi itu ia ubah menjadi kontribusi. Sejak 01 Januari 2010, Indra aktif di subforum iKaskus, komunitas pengguna iPhone terbesar di Indonesia pada masa itu. Ia membuat kanal YouTube iKaskus Channel bukan untuk menjadi terkenal, melainkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berulang tentang iPhone di forum.

“Video‑video itu awalnya saya buat untuk ditaruh di page one forum, supaya bisa membantu menjawab pertanyaan dasar yang sering muncul,” ungkapnya ketika berbincang.

Berjalan enam tahun kemudian, ketika Android semakin mendominasi dan jumlah channel teknologi di YouTube Indonesia semakin ramai, Indra memilih untuk bergerak berlawanan arah. Pada 01 Januari 2016, ia meluncurkan iTechLife, sebuah channel yang sejak hari pertama hanya membahas satu ekosistem: Apple.

“Dalam hidup, kita nggak selalu harus ikut arus. Kadang pilihan terbaik justru ada di jalur yang sepi,” ujarnya. “Di tengah ramainya konten Android, sejak awal kami pilih fokus eksklusif bahas Apple. Karena jadi berbeda itu terkadang bisa jauh lebih menyenangkan.”

Tagline yang ia pilih pun bukan kebetulan: More Than Tech. Think Different. – sebuah homage langsung ke filosofi Steve Jobs yang sudah lama ia pegang.

Indra iTechLife juga menjadi pembicara di acara XL pada 01 Januari 2012, memperkenalkan pendekatan uniknya kepada audiens yang lebih luas.

Salah satu konten paling berkesan bagi Indra bukan review iPhone terbaru atau unboxing produk mahal. Melainkan tutorial editing video menggunakan iMovie di iPhone, di era ketika CapCut belum ada dan editing video di ponsel masih terasa seperti sihir.

“Saya selalu menceritakan pengalaman saya memulai YouTube: semua video dishot dengan iPhone, voice over, editing, hingga proses uploading,” ceritanya. “Sehingga saya yakin siapapun juga bisa melakukan hal yang sama jika ada niat untuk belajar.”

Pesan itu rupanya nyangkut. Banyak subscriber yang menyapanya saat bertemu langsung, berterima kasih karena tutorial iMovie‑nya yang pertama kali membuat mereka berani mencoba.

Nasihat yang hingga kini terus ia ulang juga tak jauh dari sana: Beli iPhone udah mahal‑mahal, sayang banget kalau cuma dipakai sosmed aja. Mending dipakai untuk ngasah skill baru biar bisa dapat cuan dari aset yang udah kita punya.

1 Januari 2026, iTechLife sudah melewati 550 ribu subscriber. Namun Indra tidak berhenti di sana. Ia tengah membangun TechLife Studios, tim 3D yang ia bentuk khusus untuk memvisualisasikan render konsep produk Apple yang belum rilis.

“Harapannya ke depannya bisa membantu memvisualisasikan bentuk render 3D concept upcoming Apple product kepada audience. Biar kita bisa semakin seru ngomongin spekulasi produk‑produk Apple di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dari forum Kaskus yang sepi peminat hingga studio konten dengan tim 3D, perjalanan Indra adalah bukti bahwa think different bukan sekadar slogan. Kadang, itu adalah strategi bertahan paling masuk akal di industri yang paling ramai sekalipun.

Indra tetap mengedepankan keunikan dalam setiap konten. Ia memilih untuk mendidik, bukan sekadar menghibur. Dengan fokus pada satu ekosistem, ia menciptakan ruang bagi para penggemar Apple untuk belajar, berdiskusi, dan menantikan produk-produk masa depan.

iTechLifeiPhoneKaskusAppleYouTubeiMovierender3Dkomunitas

Komentar

Memuat komentar...