Influencer Minum 11 Suplemen Satu Kali, Ternyata Risiko

Ningsih R. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Influencer Minum 11 Suplemen Satu Kali, Ternyata Risiko

Gambar atau konten salah?

Video influencer yang menenggak 11 suplemen sekaligus dalam satu kali minum menjadi bahan perbincangan di media sosial. Tidak jelas jenis suplemen apa yang dikonsumsi, maupun efek yang kemudian dialami. Namun yang pasti, suplemen bagi sebagian orang dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Di sisi lain, efektivitas suplemen dipengaruhi banyak hal seperti dosis, hingga waktu minum. Suplemen memang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada kondisi tertentu. Namun suplemen bukanlah pengganti pola makan sehat. Suplemen digunakan ketika kebutuhan tersebut belum tercukupi atau terdapat kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan tambahan nutrisi.

Bagaimana cara mengonsumsi suplemen yang tepat? Pertama, sesuaikan kebutuhan tubuh. Tidak semua orang memerlukan suplemen setiap hari. Menurut panduan dari National Institutes of Health (NIH), kebutuhan suplemen umumnya lebih sering ditemukan pada kelompok tertentu seperti ibu hamil, lansia, individu dengan pola makan terbatas, atau mereka yang memiliki gangguan penyerapan nutrisi.

Sebelum membeli atau mengikuti tren suplemen yang sedang populer, penting untuk memahami kebutuhan tubuh terlebih dahulu. Mengonsumsi suplemen tanpa alasan yang jelas tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin dan mineral justru dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Dosis harian yang dianjurkan seringkali menjadi kebingungan. Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak vitamin dan mineral yang dikonsumsi, semakin besar pula manfaat yang diperoleh. Padahal tubuh memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda dan tidak selalu membutuhkan tambahan dalam jumlah besar.

Di Indonesia, kebutuhan harian vitamin dan mineral telah diatur melalui Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Besaran kebutuhan tersebut disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, serta kondisi tertentu seperti kehamilan dan menyusui. AKG dapat menjadi acuan untuk menilai apakah asupan nutrisi seseorang sudah mencukupi atau masih memerlukan tambahan dari suplemen.

Karena itu, mengonsumsi beberapa produk suplemen sekaligus perlu dilakukan dengan cermat. Kandungan vitamin dan mineral yang sama sering ditemukan dalam berbagai produk berbeda, misalnya multivitamin, suplemen daya tahan tubuh, hingga produk kolagen. Tanpa disadari, total asupan harian bisa menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan dalam EFSA Journal pada 2024 mengingatkan bahwa penggunaan suplemen dosis tinggi perlu memperhatikan batas atas asupan yang aman atau tolerable upper intake level. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, beberapa vitamin dan mineral dapat menimbulkan efek yang merugikan kesehatan.

Membaca label kemasan, memperhatikan kandungan setiap produk, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh merupakan langkah sederhana yang penting dilakukan. Dengan demikian, suplemen dapat berfungsi sebagai pelengkap nutrisi, bukan justru menjadi sumber kelebihan asupan zat gizi yang tidak diperlukan tubuh.

Interaksi antar suplemen juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi banyak suplemen sekaligus memang praktis, tetapi belum tentu ideal bagi proses penyerapan nutrisi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa mineral dapat saling bersaing saat diserap oleh usus.

Contoh yang sering dibahas adalah kalsium dan zat besi. Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Trace Elements in Medicine and Biology tahun 2024 menunjukkan bahwa kalsium dapat mengurangi penyerapan zat besi ketika dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan. Interaksi serupa juga dapat terjadi antara zinc dan tembaga.

Untuk memaksimalkan manfaat, sesuaikan waktu minum dengan jenis suplemen. Berikut beberapa pedoman sederhana:

  1. Vitamin larut lemak (A, D, E, K) lebih baik dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat (omega‑3) karena dapat meningkatkan penyerapannya.
  2. Vitamin larut air (B, C) dapat diminum kapan saja, baik sebelum maupun sesudah makan.
  3. Zat besi sering dianjurkan diminum saat perut relatif kosong karena penyerapannya cenderung lebih baik. Namun, jika menimbulkan mual atau gangguan lambung, zat besi dapat dikonsumsi setelah makan.
  4. Magnesium sebaiknya dikonsumsi pada malam hari setelah makan malam. Mineral ini berperan dalam fungsi saraf dan otot serta terlibat dalam proses relaksasi tubuh.

Video “Awas, Nutrisi Penting Hilang Saat Masak gara‑gara Kesalahan Ini” juga menyoroti pentingnya menjaga nutrisi saat memasak. Kesalahan sederhana dalam proses memasak dapat mengurangi kandungan nutrisi penting dalam makanan, sehingga suplemen dapat menjadi pelengkap jika diperlukan.

Secara keseluruhan, influencer yang menenggak 11 suplemen sekaligus menyoroti betapa pentingnya memahami kebutuhan tubuh, dosis yang tepat, dan interaksi antar suplemen. Mengonsumsi suplemen tanpa pengetahuan yang cukup dapat menimbulkan risiko kesehatan, sedangkan penggunaan yang terukur dapat membantu melengkapi nutrisi yang kurang. Dengan memperhatikan label, dosis, dan waktu minum, suplemen dapat menjadi tambahan yang bermanfaat bagi kesehatan, bukan beban yang tidak perlu.

Komentar

Memuat komentar...