Ini Kegiatan MPLS untuk Siswa Baru dari TK hingga SMA
Gambar atau konten salah?
Setiap tahun ajaran baru, semua siswa baru dari TK hingga SMA wajib mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini biasanya berlangsung paling lama lima hari, tepat di pekan pertama masuk sekolah. Isinya beragam, tapi tujuannya satu: membuat transisi ke lingkungan baru terasa lebih mulus.
MPLS dirancang agar lebih terarah. Bukan sekadar seremonial. Program ini ingin memberikan pengalaman belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menghormati hak anak. Sekolah punya banyak pilihan kegiatan. Berikut beberapa ide yang bisa diterapkan.
Tur keliling sekolah menjadi langkah awal yang paling umum. Guru mengajak murid baru berjalan-jalan di area sekolah. Mereka diperkenalkan pada lokasi-lokasi penting: ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, hingga lapangan bermain. Bukan hanya tempat, para guru juga diperkenalkan satu per satu ke seluruh murid baru. Ini membantu anak-anak merasa lebih familiar dengan lingkungannya.
Setelah itu, pengenalan tata tertib dan budaya sekolah biasanya menyusul. Setiap murid baru wajib tahu bahwa sekolah punya aturan dan nilai-nilai tertentu. Disiplin dan etika selama berinteraksi di sekolah juga dikenalkan. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya mereka paham batasan sejak awal.
Suasana bisa terasa kaku. Makanya, ice breaking sering dipakai untuk mencairkan suasana. Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi murid untuk saling kenal. Tergantung jenis permainannya, mereka bisa tahu nama teman sekelas, hobi, atau hal lucu lainnya.
Ada juga ide menulis sejarah sekolah. Ini mengasah daya ingat dan membiasakan murid menulis. Untuk TK dan SD, kegiatan ini bisa diubah jadi mewarnai atau menggambar gedung sekolah. Tujuannya sederhana: memberi kesan dan membuat murid merasa dekat dengan sekolah barunya.
Permainan kerja sama juga sering dipakai panitia MPLS. Misalnya, mengelompokkan 4-5 murid untuk menyusun menara dari sedotan atau kertas. Kegiatan ini melatih komunikasi, kepemimpinan, dan tentu saja kerja sama. Anak-anak belajar bahwa menyelesaikan tugas bareng teman itu lebih seru.
Di hari terakhir, biasanya ada pentas seni. Murid baru tampil menunjukkan bakat mereka. Ada yang menyanyi, menari, main drama pendek, baca puisi, atau bermain musik. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Tujuannya melatih keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri saat tampil di depan umum.
Semua kegiatan ini bisa disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk TK dan SD, misalnya, menulis sejarah sekolah bisa diganti dengan mewarnai atau menggambar. Intinya, MPLS bukan cuma formalitas. Ini momen pertama murid merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian dari sekolah baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pengumuman SPMB Bali 2026: Cek Hasil & Daftar Ulang 10-12 Juli
Ramalan Zodiak 4 Juli 2026: Capricorn Beruntung, Aquarius Tenang
Prakiraan Cuaca Bali 4 Juli: Cerah, Bangli Berawan, Suhu 15-31°C
Kalender Bali 4 Juli 2026: Panduan Hari Baik dan Buruk
Jadwal Shalat Denpasar 4 Juli 2026: Subuh 05:13, Isya 19:30
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi
Berita Terbaru
Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Jurang, 40 Tewas di Pakistan
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tradisi Lampung Tuai Perdebatan
Optimisme Timnas Indonesia Menuju Gelar Perdana AFF 2026
Kemenkes: Investigasi dr Icha Selesai, Diserahkan ke Polisi
Lenovo Hadirkan Koleksi Edisi Terbatas Piala Dunia 2026
Brevet Pajak AB Online, Bantu Karyawan Muda Kuasai Perpajakan
Kemnaker Buka Magang Nasional 2026, Gaji Setara UMK
Pengumuman SPMB Bali 2026: Cek Hasil & Daftar Ulang 10-12 Juli