Investasi Asing Dominasi Rp 777,8 Triliun, Hong Kong-China Salip Singapura
Gambar atau konten salah?
Realisasi investasi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat mencapai Rp 1.539,2 triliun. Angka ini setara dengan 75,4 persen dari target yang telah ditetapkan. Dari total tersebut, investasi asing mendominasi dengan kontribusi Rp 777,8 triliun atau 50,5 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 761,4 triliun atau 49,5 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan data terkait negara asal investasi asing. Singapura menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai US$ 14 miliar. Angka ini berkontribusi 29,6 persen terhadap total Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Di posisi kedua, Hong Kong mencatatkan investasi sebesar US$ 12,8 miliar atau 27,2 persen. Disusul oleh China di urutan ketiga dengan nilai US$ 5 miliar atau 10,5 persen. Rosan menyoroti bahwa jika investasi Hong Kong dan China digabungkan, totalnya mencapai US$ 17,8 miliar. Jumlah ini melampaui investasi Singapura yang sebesar US$ 14 miliar.
"Yang pertama lima besarnya Singapura sebesar US$ 14 miliar atau 29,6%, kedua ini Hong Kong US$ 12,8 miliar atau 27,2%, ketiga Tiongkok itu US$ 5 miliar atau 10,5%. Kalau Hong Kong sama Tiongkok digabung, setelahnya mereka sudah lebih besar daripada Singapura ya. Kalau digabung ini menjadi US$ 17,8 miliar berbanding Singapura yang hanya US$ 14 miliar," jelas Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Peringkat keempat ditempati oleh Amerika Serikat dengan investasi US$ 3,4 miliar atau 7,1 persen. Jepang berada di urutan kelima dengan nilai US$ 2,6 miliar atau 5,6 persen. "Yang keempat adalah Amerika Serikat US$ 3,4 miliar atau 7,1%, dan Jepang US$ 2,6 miliar," ujar Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara.
Pada kuartal III 2026 saja, realisasi investasi mencapai Rp 528,7 triliun. Secara kumulatif, investasi sepanjang Januari hingga September 2026 berhasil menyerap 2.194.496 tenaga kerja. Data ini menunjukkan bahwa investasi asing masih menjadi motor utama, namun kontribusi investasi dalam negeri hampir seimbang. Jika digabungkan, investasi dari Hong Kong dan China bahkan mampu melampaui Singapura, yang selama ini menjadi pemain dominan. Ini menandakan pergeseran signifikan dalam peta investasi asing di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Danantara Yakin IHSG Pulih, Incar Beli Saham BUMN di Tengah Anjlok
BEI Wajibkan Status Afiliasi di Daftar Pemegang Saham 1%
BEI Bicara dengan MSCI, Hasilnya Dirahasiakan
IHSG Anjlok ke Level 2016, Terendah dalam Satu Dekade
IHSG Anjlok di Bawah 5.000, OJK Janji Reformasi Pasar Modal
Danantara Sebut IHSG Anjlok Peluang Investasi Murah
