IHSG Anjlok di Bawah 5.000, OJK Janji Reformasi Pasar Modal

Eko P. · 2 min baca · 39 menit lalu · 11 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok di Bawah 5.000, OJK Janji Reformasi Pasar Modal

Gambar atau konten salah?

Bursa saham Indonesia sedang berada dalam tekanan berat. Pengumuman dari lembaga pemeringkat global MSCI mengenai kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market langsung memicu reaksi negatif di kalangan investor. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam selama dua hari berturut-turut hingga tembus di bawah level 5.000.

Menanggapi situasi ini, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pihaknya akan merespons serius. Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Friderica menegaskan komitmen OJK untuk melanjutkan reformasi di pasar modal.

"Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia, kami juga sampaikan kepada beliau dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas," ujar Friderica di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin 19 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan khusus mengenai penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah praktik perdagangan terkoordinasi atau coordinated trading.

"Tadi pesan khusus juga terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement ya kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait dengan coordinated trading dan lain sebagainya, sehingga kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas," jelas perempuan yang akrab disapa Kiki ini.

Penegakan hukum ini, menurutnya, bertujuan untuk menciptakan efek jera. Dengan begitu, pasar modal Indonesia diharapkan bisa semakin cair dan transparan, serta menjadi tempat investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing.

Kiki juga menyoroti perkembangan jumlah investor ritel dalam negeri yang sudah mencapai 32.700 SID. Angka ini, kata dia, menunjukkan harapan besar bagi masa depan pasar modal Indonesia.

"Apalagi sekarang dengan domestik investor ritel kita sudah mencapai 32.700 SID yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia," terangnya.

Kondisi IHSG yang jatuh di bawah 5.000 menjadi perhatian serius banyak pihak. Keputusan MSCI memang berpotensi mempengaruhi aliran dana asing, mengingat banyak investor internasional yang menjadikan klasifikasi tersebut sebagai acuan dalam menempatkan modalnya. Namun, respons cepat dari OJK dengan fokus pada transparansi dan penegakan aturan menunjukkan upaya untuk menjaga kepercayaan pasar. Jumlah investor ritel yang terus bertambah bisa menjadi fondasi yang kuat, meski tantangan jangka pendek masih membayangi pergerakan indeks.

MSCIIHSGOJKreformasi pasar modalpenegakan hukumcoordinated tradinginvestor ritelPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...