Investasi Tembus Rp1.539 Triliun, Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja

Maya K. · 2 min baca · 44 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
Investasi Tembus Rp1.539 Triliun, Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja

Gambar atau konten salah?

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengumumkan angka realisasi investasi yang cukup besar. Sepanjang Januari hingga September 2026, total investasi yang masuk mencapai Rp 1.539,2 triliun. Jumlah ini sudah memenuhi 75,4 persen dari target investasi yang ditetapkan untuk sepanjang tahun 2026.

Kalau dilihat per kuartal, pada tiga bulan terakhir atau kuartal III 2026, realisasinya tercatat Rp 528,7 triliun. Yang menarik, investasi ini disebut-sebut berhasil menyerap tenaga kerja hingga 2,19 juta orang. Angka pastinya, menurut Rosan, adalah 2.194.496 orang. Ia menyampaikan hal ini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Rosan membeberkan rincian sumber investasi. Dari total Rp 1.539,2 triliun, investasi dalam negeri menyumbang Rp 761,4 triliun. Angka ini setara dengan 49,5 persen. Sementara itu, investasi asing sedikit lebih besar, yaitu Rp 777,8 triliun atau 50,5 persen. Artinya, porsi investor asing dan lokal hampir berimbang.

Dari segi wilayah, distribusinya juga menarik. Investasi di luar Pulau Jawa justru lebih besar dibandingkan di Jawa. Di luar Jawa, realisasinya mencapai Rp 779,4 triliun atau 50,6 persen. Sementara di Pulau Jawa sendiri tercatat Rp 759,8 triliun atau 49,4 persen. Ini menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan ekonomi mulai bergeser.

Rosan juga merinci daerah mana saja yang paling banyak menarik investasi. Untuk investasi dalam negeri, DKI Jakarta memimpin dengan Rp 160,1 triliun. Disusul Jawa Barat Rp 89,9 triliun, Jawa Timur Rp 74,3 triliun, Banten Rp 61,1 triliun, dan Kalimantan Timur Rp 42,6 triliun.

Untuk investasi asing, urutannya berbeda. Jawa Barat menjadi primadona dengan Rp 139,2 triliun. Posisi kedua diduduki Sulawesi Tengah sebesar Rp 110 triliun. Maluku Utara menempati urutan ketiga dengan Rp 91,9 triliun, lalu DKI Jakarta Rp 89,1 triliun, dan Kalimantan Barat Rp 42,7 triliun.

Kalau digabung antara investasi dalam dan luar negeri, DKI Jakarta tetap yang teratas. Totalnya mencapai Rp 249,3 triliun atau 16,2 persen dari keseluruhan. Disusul Jawa Barat Rp 229,1 triliun (14,9 persen), Sulawesi Tengah Rp 116 triliun (7,5 persen), Jawa Timur Rp 110,5 triliun (7,2 persen), dan Maluku Utara Rp 96 triliun (6,2 persen). Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara itu menutup pemaparannya dengan data tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa target investasi tahun 2026 masih mungkin tercapai, mengingat baru tiga perempat jalan. Yang patut dicatat, penyerapan tenaga kerja yang cukup besar menjadi indikator bahwa investasi mulai berdampak langsung pada masyarakat. Namun, dominasi beberapa provinsi tertentu juga menunjukkan bahwa pemerataan investasi masih menjadi pekerjaan rumah.

investasirealisasitenaga kerjatargetpemerataandaerah

Komentar

Memuat komentar...