Jakarta Jadi Lokasi Sementara Pusat Finansial Global, Bali Menyusul

Wahyu T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jakarta Jadi Lokasi Sementara Pusat Finansial Global, Bali Menyusul

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia memutuskan Jakarta sebagai lokasi sementara untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ke depan, pusat keuangan global ini juga akan hadir di Bali.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkap alasan di balik pemilihan Jakarta. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan lembaga ini segera beroperasi tanpa menunggu lama.

"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena Bapak Presiden ingin ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," kata Rosan saat ditemui di Kantor DJP, Jakarta, Minggu 16 Agustus 2026.

Untuk Bali, prosesnya butuh waktu lebih panjang. Rosan menyebut pembangunan infrastruktur fisik di sana memerlukan persiapan matang. Namun Bali dipilih karena punya daya tarik kuat di mata investor global. Investor menilai Bali memberikan nilai tambah ketimbang pusat keuangan internasional lainnya.

"Kalau di Bali mereka bilang, ini eh ada plus-nya. Jadi begitu kerja, mereka juga bisa, meningkatkan pariwisata di Bali karena mereka mempunyai spending power yang cukup besar, kan, rata-rata gitu," jelas Rosan.

Ia menambahkan, kehadiran PFII di Bali tak hanya soal investasi. Sektor pariwisata juga diyakini ikut terdongkrak. Investor dengan daya beli tinggi diproyeksikan bisa mendorong perputaran ekonomi di industri pariwisata lokal.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut lokasi PFII di Jakarta sudah disiapkan. Tapi ia enggan mengungkap titik pastinya. Hal itu, kata dia, akan diumumkan otoritas terkait. Prasetyo menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 15 Agustus 2026.

"Sudah ada sebenarnya, tapi mungkin jangan saya yang menyampaikan. Biarlah nanti ada dari otoritasnya sendiri karena itu sebuah zona yang memang diatur khusus," ujar Prasetyo.

Lokasi PFII di Jakarta sebelumnya sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di DPR. Selain Jakarta dan Bali, tidak disebutkan daerah lain yang masuk rencana pengembangan PFII.

Pemerintah tampak ingin mengejar realisasi PFII dalam waktu dekat. Pemilihan Jakarta sebagai lokasi sementara menunjukkan prioritas pada kesiapan operasional, sementara Bali dipersiapkan sebagai pusat finansial jangka panjang yang juga mengandalkan sektor pariwisata.

JakartaBaliPusat Finansial Internasional Indonesiainvestasipariwisata

Komentar

Memuat komentar...