Jamuan Pria di Jakarta Sisa, Makanan Dibagikan ke Panti
Gambar atau konten salah?
Seorang pria di Jakarta menyiapkan jamuan lengkap untuk tamu yang dijanjikan, namun akhirnya semua makanan bersisa karena tidak ada yang datang. Ia mengingat betapa pentingnya menyiapkan hidangan sebagai tanda hormat, meski tidak harus mewah. Ketulusan yang dimaksudkan menjadi inti dari tradisi tersebut.
Menurut salah satu tamu yang datang, ia tiba pukul 8 malam. Ia terkejut melihat semua hidangan belum tersentuh. Ia menjadi tamu pertama yang hadir, sementara tamu lain yang sudah mengonfirmasi tidak muncul sama sekali.
“Saya sudah memberitahu di awal kalau saya sedang berpuasa sunah sampe jam enam, jadi saya datang setelah magrib,” kata tamu tersebut. Ia mengaku tidak keberatan jika makanan habis, karena ia hanya ingin memenuhi undangan.
Host tersebut telah menyiapkan tiga jenis hidangan, direncanakan untuk enam hingga tujuh tamu. Namun hanya satu orang yang hadir. Ia merasa kecewa karena tamu lain tidak memberi tahu bahwa mereka tidak bisa datang, padahal di grup WhatsApp mereka menyatakan akan datang.
“Saya cuma mau pesan, kalau sudah berjanji, datanglah, Kalau ada hal lain, beritahu. Jangan biarkan tuan rumah menunggu-nunggu atau kecewa,” jelas tamu itu. Ia juga menambahkan, “Sebagai kawan dekat, memang saya juga kecewa karena tidak ada orang bilang kalau tidak jadi datang, padahal di group WhatsApp bilang akan datang.”
Reaksi netizen pun beragam. Seorang pengguna mengingatkan bahwa ibunya pernah mengalami hal serupa, memesan katering namun tidak ada tamu yang datang. Sementara yang lain berkata, “Itu alasan saya tidak menerima tamu, ada yang awalnya meminta tetapi ketika sudah diadakan (diundang), mereka yang akhirnya tidak muncul.”
Host menegaskan bahwa ia hanya menerima tamu sampai pukul 11 malam. Setelah jam tersebut, ia menutup pertemuan. Meskipun semua makanan tidak terbuang, ia memutuskan untuk mendistribusikannya kepada orang kurang mampu dan petugas kesehatan.
Keputusan ini menunjukkan bahwa meski rencana tidak berjalan sesuai harapan, host tetap berusaha mengoptimalkan hasil. Ia tidak membiarkan makanan terbuang sia-sia, melainkan mengalihkan kebaikan kepada yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, kisah ini menyoroti pentingnya komunikasi dalam perencanaan acara. Ketika tamu mengubah atau membatalkan kehadiran, memberi tahu host secara langsung dapat menghindari kekecewaan. Di sisi lain, host yang fleksibel dan berjiwa sosial dapat menyalurkan kebaikan meski acara tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
Jerman Unggul, Pantai Gading Siap Tantang Pada 21 Juni
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Pasca Piala Dunia 2026
JELI IPO 07 Juli 2026: Pasar Modal Rendah, IPO Langka
Blokade Selat Hormuz Berakhir, Trump dan Iran Tandatangani
Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
16 Juni 2026 Libur Nasional: Peringatan Tahun Baru Islam
Garasi di trotoar Jalan Ambon dibongkar Satpol PP Pemerintah
