Jeje Adriel: Limfoma Stadium 2, Siap Terima Kemoterapi

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 138 dibaca
Bisik.id
Jeje Adriel: Limfoma Stadium 2, Siap Terima Kemoterapi

Gambar atau konten salah?

Jeje Adriel, seorang Youtuber berusia 25 tahun, baru saja memposting video di Instagram yang menampilkan kondisi lehernya yang bengkak. Dalam rekaman tersebut, pemuda itu menunjukkan pembengkakan di satu sisi leher, yang kemudian menjadi titik awal pengakuan atas diagnosa kanker limfoma hodgkins stadium dua.

Video itu dimulai dengan gambaran sederhana: benjolan kecil di leher sebelah kiri. Tanpa mengetahui apa yang terjadi, Jeje memutuskan untuk mencoba pola hidup sehat, termasuk intermittent fasting. Pada saat itu, benjolan tampak mengecil. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai membesar perlahan‑perlahan.

“Awalnya coba intermitten fasting gaya hidup sehat dan lain‑lain. Sempat mengecil tapi lama‑kelamaan dia tetep membesar pelan‑pelan. Untuk gejala lain nggak ada kayak demam keringat dingin dan lain‑lain, tidak ada sama sekali makanya agak telat juga ngeceknya,” ujarnya.

Setelah menyadari bahwa kondisi tidak membaik, Jeje memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan lanjutan termasuk PET scan dan biopsi dilakukan. Menunggu hasilnya memakan waktu kurang lebih satu bulan.

Berhasil, pada 17 April 2026 Jeje menerima kabar bahwa ia mengidap kanker limfoma hodgkins stadium dua. Kanker ini menyerang kelenjar getah bening, dan kondisi stadium dua menunjukkan adanya penyebaran pada kedua sisi tubuh.

Dokter menjelaskan bahwa perawatan selanjutnya adalah kemoterapi. Jeje akan menjalani empat kali sesi kemoterapi, dibagi menjadi dua siklus. Setelah menyelesaikan kemoterapi, ia akan kembali ke dokter untuk evaluasi dan menentukan langkah perawatan lanjutan.

“Kita akan berperang nanti ini. Kenapa stadium 2 karena punya gue tuh ada di kiri sama di kanan. Walaupun di kanan ini nggak ada teraba, tapi ada kayak kecil,” jelas Jeje.

Ia juga menegaskan bahwa target kemoterapi adalah dua siklus atau 4 kali kemoterapi. Setelah sesi pertama, Jeje belum menemukan penyebab pasti dari kanker limfoma yang ia alami. Dokter juga belum dapat memberikan jawaban pasti.

“Ya, ada yang bilang bad luck aja gitu kan. Ada yang bilang dari faktor genetik juga bisa gitu kan. Ada yang bilang juga kalau pola hidup ya,” ujar Jeje.

Ia menambahkan, “Kalau gue sendiri gue nggak ngerokok, minum alkohol. Cuma memang kalau jam tidur gue nggak sebagus itulah jam tidur gue ya. Cuma bukan berarti gue membenarkan diri gue nih. Menurut gue ya, banyak juga nih orang kayaknya yang jam tidurnya lebih parah gitu kan.”

Jeje berencana terus membagikan pengalaman kemoterapinya di media sosial. Ia berharap kisahnya dapat menjadi pelajaran dan meningkatkan kesadaran tentang kanker limfoma.

Ia juga mengajak pengikutnya untuk tidak terlalu khawatir, melainkan memberikan doa terbaik agar prosesnya berjalan lancar. “Harapan saya semoga saya bisa remisi total cepat dan kemoterapi saya berjalan dengan baik dengan efek samping yang minim supaya bisa tetep beraktivitas,” tambahnya.

Dengan kisah ini, Jeje Adriel menunjukkan bahwa meski diagnosis kanker datang secara tiba‑tiba, ada harapan dan upaya medis yang dapat membantu. Kesadaran akan gejala awal, pemeriksaan cepat, serta dukungan emosional menjadi kunci penting bagi pasien yang menghadapi tantangan serupa.

Jeje AdrielYoutuberKanker Limfoma HodgkinKemoterapiMedia Sosial

Komentar

Memuat komentar...