Jubir IKN Troy Harold Meninggal Dunia
Gambar atau konten salah?
Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia di rumah susun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Pria yang akrab dengan dunia kehumasan ini mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 14.25 Wita.
Karier Troy di bidang komunikasi publik membentang lebih dari dua dekade. Ia memulainya sebagai penyiar radio dan reporter di Suara Surabaya Media pada 1988 hingga 1992. Dari sana, ia melompat ke dunia televisi sebagai Produser Eksekutif di SCTV, bertahan dari 1990 sampai 1998.
Setelah era televisi, Troy beralih ke peran-peran strategis di perusahaan. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Komunikasi Pemasaran di Cahaya Bagi Negeri Indonesia. Kemudian, ia menjadi Manajer Promosi dan Komunikasi di PT Jamu Air Mancur Solo. Tak berhenti di situ, ia juga mengelola komunikasi pemasaran untuk Kabelvision.
Puncak karier korporatnya mungkin saat ia menjabat sebagai Kepala Urusan Korporat dan Merek & Pemasaran untuk Indonesia di Standard Chartered Bank. Ia juga sempat menjadi Direktur Komunikasi Korporat di Danone AQUA, dari 2009 hingga 2015.
Sebelum bergabung dengan OIKN sebagai jubir, Troy dipercaya sebagai Kepala Komunikasi Publik untuk Satuan Tugas Khusus Penanganan Covid-19 di Indonesia. Di dunia asosiasi, ia duduk sebagai Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) periode 2011 hingga 2014.
Pada 2015, ia menerima penghargaan Inspirator CSR Communication Award, bersama Prof. Dr. Emil Salim.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengonfirmasi bahwa Troy meninggal karena penyebab alami. Ia dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 12.45 Wita. Tim dokter segera memeriksanya. Pada pukul 14.25 Wita, dokter menyatakan Troy meninggal dunia. Penyebabnya alami.
Thomas menyampaikan hal ini pada Minggu, 26 Juli 2026.
Troy Harold Yohanes Pantouw bukan nama baru di dunia kehumasan Indonesia. Perjalanan kariernya dari penyiar radio hingga jubir otorita ibu kota negara menunjukkan pengalaman panjang di bidang komunikasi. Kematiannya karena sebab alami, tanpa penyakit tertentu yang disebutkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait