Gerak Hijau ANTAM: 723 Kg Sampah Dikelola

Surya B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gerak Hijau ANTAM: 723 Kg Sampah Dikelola

Gambar atau konten salah?

Ribuan orang memadati kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Minggu, 26 Juli 2026. Mereka bukan sekadar jalan-jalan pagi. Ada misi lain di balik langkah kaki mereka. PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menggelar acara bernama Gerak Hijau 2026. Bedanya dengan acara jalan sehat biasa? Acara ini mengusung konsep eco-friendly fun walk. Artinya, setiap peserta diajak untuk tidak hanya bergerak, tetapi juga peduli pada lingkungan.

Gerak Hijau 2026 ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ANTAM yang ke-58. Kementerian Lingkungan Hidup menjadi penyelenggara, dengan ANTAM sebagai sponsor utama. Acara ini mempertemukan banyak pihak: pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat umum. Semua bersatu dalam semangat "Gerak Bersama, Hijaukan Indonesia".

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni. "Gerak Hijau adalah bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-58 ANTAM. Di usia yang semakin matang, kami ingin perayaan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya di lokasi acara pada hari yang sama.

Konsep eco-friendly fun walk ini diterapkan secara nyata. Sepanjang acara, panitia menerapkan pengurangan sampah, pemilahan limbah, dan penggunaan kembali material (reuse). Tidak hanya itu, edukasi tentang gaya hidup berkelanjutan juga diberikan kepada para peserta. Jadi, sambil berjalan kaki, masyarakat belajar bagaimana hidup lebih ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan Gerak Hijau 2026 cukup beragam. Selain Fun Walk, ada juga edukasi pengelolaan sampah, bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta wahana bernama Junior Miners. Wahana ini dirancang khusus untuk anak-anak, mengenalkan dunia pertambangan dengan cara yang menyenangkan. Ada juga pembagian bibit pohon gratis dan kampanye gaya hidup berkelanjutan. Tujuannya jelas: mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

ANTAM juga menghadirkan sejumlah program keberlanjutan di acara tersebut. Booth transaksi dan edukasi, Bank Sampah Pintar, hingga pembagian ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Lebih dari itu, perusahaan menyerahkan 5.000 bibit mangrove. Bibit-bibit ini bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir dan pengurangan dampak perubahan iklim.

"Melalui Gerak Hijau hari ini, ANTAM juga membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Harapannya sederhana, semoga bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat hingga tumbuh menjadi warisan hijau bagi generasi yang akan datang," kata Untung.

Untuk mewujudkan konsep zero waste event, ANTAM menggandeng Rekosistem. Perusahaan ini bertugas memastikan semua sampah yang dihasilkan selama acara dipilah dan dikelola secara bertanggung jawab. Dengan begitu, sampah bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, bukan berakhir di tempat pembuangan akhir.

Berdasarkan estimasi awal, kegiatan Gerak Hijau menghasilkan sekitar 723 kilogram sampah. Semua sampah ini dikelola melalui sistem pemilahan. Rinciannya: 472 kilogram sampah anorganik yang didaur ulang. Lalu, 151 kilogram sampah organik yang diolah menjadi kompos dan biomassa menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF). Sisanya, 100 kilogram sampah residu, dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif dan produk lainnya.

Pengelolaan sampah ini membawa dampak positif bagi lingkungan. Gerak Hijau diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 867 kilogram CO2. Angka ini setara dengan penghematan sekitar 270 liter bensin. Atau, perjalanan kendaraan sejauh 2.900 kilometer. Bahkan, setara dengan mendaur ulang sekitar 13,3 kantong sampah.

"Melalui Gerak Hijau hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," ujar Untung.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia memuji komitmen ANTAM dalam mengintegrasikan praktik pertambangan dengan pelestarian lingkungan. "Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-58 kepada PT ANTAM. Semoga semakin maju, semakin kuat, dan tentu saja semakin hijau," katanya.

Menurut Diaz, masih banyak anggapan bahwa menjaga lingkungan hanya tanggung jawab pemerintah atau dunia usaha. Padahal, menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. "Pemerintah membuat kebijakan. Dunia usaha menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Masyarakat ikut menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Acara Gerak Hijau 2026 ini menunjukkan bahwa perayaan ulang tahun perusahaan bisa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Bukan sekadar pesta, tetapi juga aksi nyata untuk lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci. Dengan langkah kecil seperti memilah sampah dan menanam pohon, perubahan besar bisa dimulai.

Gerak Hijau 2026ANTAMCar Free Dayramah lingkunganzero wastepengelolaan sampahbibit pohon

Komentar

Memuat komentar...