Kamiya Takut Resident Evil Baru, Minta Mode Santai
Gambar atau konten salah?
Hideki Kamiya, seorang pengembang game senior yang pernah terlibat dalam pembuatan Resident Evil 2, menyatakan rasa takutnya saat mencoba memainkan Resident Evil Requiem.
Kamiya, yang kini bekerja di studionya sendiri bernama Clovers, menyampaikan usulan kepada Capcom. Ia menyarankan agar beberapa judul game horor ikonik mereka, termasuk Resident Evil, memiliki opsi mode permainan yang menghilangkan elemen menakutkan.
Hal ini terungkap saat Kamiya sedang memainkan Resident Evil Requiem bersama timnya. Salah satu anggota tim menanggapi usulan tersebut. Menurut anggota tim itu, jika unsur horor dihilangkan, maka esensi dari bermain Resident Evil akan hilang.
Kamiya menanggapi dengan santai. Ia mengatakan, "Saya hanya ingin menikmati teka-teki... teka-teki dan pertarungannya. Saya tidak butuh hal-hal yang menakutkan."
Pengalaman ini memberikan gambaran singkat tentang suasana di studio Clovers. Terlihat bahwa sosok yang turut membesarkan Resident Evil 2 ini ternyata merasa takut dengan game horor buatannya sendiri.
Bukan kali pertama Kamiya mengungkapkan keengganannya terhadap genre horor. Sebelumnya, ia juga pernah meminta tim pengembang Resident Evil Requiem untuk menambahkan mode yang tidak menakutkan.
Ia menginginkan perubahan drastis dalam game tersebut. Misalnya, zombie dibuat menjadi lucu, percikan darah diganti menjadi kelopak bunga sakura, dan musik latar dibuat ceria. Tujuannya agar pemain bisa menikmati aspek teka-teki dan pertarungan dalam suasana yang menyenangkan.
"Saya ingin memainkannya, tetapi game itu sangat menakutkan sehingga saya tidak bisa tidur sendirian di malam hari lagi. Jadi saya tidak bisa memaksakan diri untuk memainkannya. Bayangkan bagaimana perasaan orang-orang seperti itu," jelas Kamiya.
Sebagai informasi tambahan, Resident Evil Requiem diluncurkan pada (27 Februari 2026). Game ini tersedia untuk berbagai platform, termasuk PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch 2, dan PC.
Capcom mengumumkan bahwa Resident Evil Requiem telah terjual lebih dari lima juta kopi dalam waktu kurang dari seminggu setelah rilis. Penjualan fisik game ini juga laris manis, pencapaian yang terakhir kali diraih oleh Clair Obscur: Expedition 33 dalam beberapa tahun belakangan.
Permainan ini menampilkan elemen horor yang intens, mendorong pengembang seperti Kamiya untuk mempertimbangkan opsi gameplay yang lebih ringan bagi mereka yang sensitif terhadap ketakutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas MLBB & PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026
Indonesia Hadapi Dua Lawan Berat di Kualifikasi Asian Games
Kode Redeem Genshin Impact Terbaru: Klaim 300 Primogem Gratis
Jadwal Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Mobile Legends Hadapi Malaysia dan Filipina
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Grand Final Kualifikasi Asian Games
Timnas PUBG Mobile Indonesia Raih Tiket Asian Games 2026
Berita Terbaru
30 Negara Siap Tanding di Kejuaraan Dunia Jetski Jakarta
Kiper Barcelona Ter Stegen Didekati Ajax
Prakiraan Cuaca Jatim 4 Juli 2026: Cerah hingga Kabut
Bentrokan Staf Timnas Mesir dengan Polisi Dallas Viral
Warung Kopi di Banda Aceh Tutup Saat Salat Jumat dan Magrib
AHY Buka Sinode GPI, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Jadwal Sholat Sabtu 4 Juli 2026 untuk 38 Kota Jawa Timur
Prancis Ganas di Piala Dunia 2026, Olise Raja Assist
Campus League Badminton 2026 Gunakan Sistem Skor Baru BWF
