Kamp Militer Romawi Kuno Ditemukan di Alpen Swiss
Gambar atau konten salah?
Para arkeolog menemukan sebuah kamp militer Romawi kuno yang tersembunyi. Lokasinya berada di ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut, di Pegunungan Alpen, Swiss. Diperkirakan, kamp ini berusia sekitar 2.000 tahun. Penemuan ini memberikan gambaran baru mengenai cara pasukan Romawi bergerak dan bertempur di daerah pegunungan yang ekstrem.
Lokasi penemuan ini berada di koridor Colm la Runga. Area ini berdekatan dengan situs pertempuran Romawi kuno di Crap Ses, wilayah Alpen timur Swiss. Para peneliti berhasil mendeteksi struktur kamp tersebut setelah menganalisis data pemetaan medan menggunakan teknologi pemindaian laser.
Kamp tersebut pertama kali terdeteksi menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Teknologi ini memetakan bentuk permukaan tanah secara detail dengan bantuan laser. Metode ini memungkinkan para ilmuwan melihat struktur buatan manusia yang sulit terlihat dari permukaan biasa.
Analisis data menunjukkan adanya benteng buatan di puncak bukit. Benteng ini dilengkapi dengan tiga parit pertahanan dan dinding tanggul. Posisi situs ini sangat strategis. Dari situ, pasukan Romawi bisa mengawasi pemandangan luas ke empat lembah penting di sekitarnya, termasuk jalur pegunungan Lenzerheide yang merupakan rute perjalanan penting pada masa itu. Keuntungan ini memungkinkan mereka memantau pergerakan musuh dari berbagai arah.
Penggalian di area tersebut juga menghasilkan penemuan berbagai benda militer. Di antaranya adalah peluru ketapel dari timah yang memiliki cap Legiun Ketiga Romawi. Ditemukan juga paku sepatu khas yang digunakan oleh tentara Romawi. Artefak-artefak ini menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut pernah digunakan oleh pasukan Romawi. Penemuan ini juga dikaitkan dengan pertempuran di wilayah Crap Ses sekitar 2.000 tahun lalu.
Awal mula penemuan ini terjadi pada 2023. Seorang relawan yang terlibat dalam proyek penelitian lanskap di kawasan itu melihat bentuk medan yang tidak biasa pada data pemetaan. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi antara University of Basel dan Graubünden Archaeological Service. Proyek ini sudah mempelajari jejak pertempuran Romawi di Alpen sejak 2021.
Otoritas arkeologi setempat menyatakan bahwa penemuan kamp militer ini sangat penting. Mereka menyebut penemuan kamp Romawi di Graubünden ini menunjukkan bahwa penelitian arkeologi di wilayah 'Swiss Romawi' masih menyimpan banyak kejutan.
Penemuan kamp di ketinggian ekstrem ini membantu ilmuwan melacak jalur pergerakan tentara Romawi di Alpen pada masa lalu. Berdasarkan lokasi dan artefak, peneliti memperkirakan pasukan Romawi bergerak dari wilayah Bergell. Pergerakan mereka melewati Septimer Pass, menuju area Tiefencastel, dan terus ke lembah Sungai Rhine di Alpen.
Temuan ini juga membuktikan bahwa tentara Romawi mampu beroperasi di medan pegunungan yang sangat menantang. Kemampuan mereka menunjukkan bahwa logistik dan strategi militer Romawi mungkin jauh lebih maju dari perkiraan sebelumnya.
Ringkasan
Sebuah kamp militer Romawi berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan di ketinggian lebih dari 2.100 mdpl di Pegunungan Alpen Swiss, dekat situs pertempuran Crap Ses. Penemuan ini dilakukan menggunakan teknologi LiDAR yang mengungkap struktur benteng dengan parit pertahanan. Artefak seperti peluru ketapel Legiun Ketiga Romawi ditemukan di lokasi tersebut. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai kemampuan pasukan Romawi dalam beroperasi di medan pegunungan yang ekstrem dan membantu melacak jalur pergerakan mereka di Alpen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
Fabiola Pimpin Scam Internasional dengan Video Call Online
Ariston Pamer Andris 3: Water Heater Cerdas Kamar Mandi
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
