Karaoke di Puncak Gunung Andong Dilarang, Aturan Baru

Iwan D. · 2 min baca · 25 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Karaoke di Puncak Gunung Andong Dilarang, Aturan Baru

Gambar atau konten salah?

Video yang menyebar di media sosial menampilkan sekelompok pendaki yang sedang menyanyi di puncak Gunung Andong. Mereka menggunakan speaker untuk karaoke di atas awan, sebuah tindakan yang menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan penggunaan peralatan di area puncak.

Unggahan tersebut berasal dari akun Instagram @pendakilawas yang diposting sekitar lima jam yang lalu. Captionnya berbunyi, “Karaoke di atas awan.” Video itu menampilkan speaker aktif yang digunakan untuk bernyanyi, serta seorang pendaki yang duduk di kursi sambil menyanyikan lagu di dekat warung. Di sekitar mereka, tenda-tenda pendakian berdiri menandakan bahwa para pendaki sedang berkemah.

Reaksi warganet beragam. Mayoritas mengungkapkan rasa prihatin karena aktivitas tersebut dianggap mengganggu ketenangan puncak. Gunung Andong terletak di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dan dikenal sebagai jalur pendakian yang ramah bagi pemula.

Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong via Sawit, Maisaro, menjelaskan bahwa speaker tersebut semula hanya dimaksudkan untuk menyampaikan informasi penting kepada pendaki di puncak, seperti pemberitahuan kehilangan atau keadaan darurat. Ia menambahkan, “Sebenarnya dulu speaker hanya untuk ngasih info buat pendaki yang ada atas (puncak) baik info untuk kehilangan atau segala info darurat. Hanya terkadang dari banyak rekan sering disalahgunakan,” kata Maisaro dalam pesannya, Sabtu 16 Mei 2026.

Maisaro juga menyatakan bahwa pengelola akan melakukan evaluasi lebih ketat terkait penggunaan speaker. “Ini sebagai evaluasi kami pengelola dan mitra untuk lebih tegas dalam penggunaan alat pengeras maupun lainnya,” tambahnya.

Ketua Pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Marmin Udin, mengungkapkan bahwa ia akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia mengatakan, “Sedang kami tangani bersama LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Girimulyo.” Marmin menambahkan, “(Langkah selanjutnya) Kita mau koordinasi kumpul bersama orang-orang (pihak) terkait.”

Ketua LMDH Giri Mulyo Desa Giri, Handoko, menyatakan sudah melakukan musyawarah dengan pengelola dan penjaga shelter Gunung Andong. Ia meminta maaf atas insiden viral tersebut dan menegaskan bahwa semua kegiatan karaoke akan dilarang. “Kami segenap pengelola Gunung Andong, Palawi, LMDH, basecamp Gunung Andong via jalur Pendem, Sawit, Gogik serta para penjaga shelter di kawasan puncak Gunung Andong, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang belakangan ini menjadi perhatian publik terkait aktivitas karaoke di area puncak Gunung Andong,” kata Handoko dalam keterangan tertulis kemarin.

Handoko menegaskan keputusan hasil musyawarah: “Berdasarkan hasil musyawarah, diputuskan bahwa seluruh kegiatan karaoke dilarang serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan, ketenangan, dan sikap saling tidak menghormati di kawasan Gunung Andong.” Ia juga menekankan komitmen untuk terus melakukan evaluasi guna menciptakan suasana pendakian yang lebih nyaman, aman, tertib, dan membudayakan sikap saling menghormati serta menjaga keasrian alam Gunung Andong bagi semua pendaki.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dan tata tertib di area pendakian. Pengelola berusaha menyeimbangkan kebutuhan informasi dengan menjaga ketenangan alam, sementara pendaki diharapkan mematuhi aturan demi kelestarian tempat tersebut.

Gunung Andongkaraoke di puncakpendakispeakerLMDHbasecampevaluasi

Komentar

Memuat komentar...