Kementan Percepat Program HDDAP di Buleleng
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pertanian mempercepat pelaksanaan program bernama Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Kabupaten Buleleng, Bali. Tim dari kementerian langsung turun ke lapangan untuk mengecek kesiapan bantuan. Bantuan ini mencakup klaster manggis dan durian, Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Soil Microbiology, serta penangkaran benih bawang merah. Semua ini dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Tujuannya sederhana: memastikan petani bisa memanfaatkan program tepat waktu.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Subsektor Hortikultura, Van Basten Panjaitan, bersama tim pelaksana HDDAP yang melakukan pengecekan. Mereka memonitor kesiapan benih, sarana produksi, kelompok tani, fasilitator, dan dokumen pendukung. Van Basten menekankan percepatan ini harus dibarengi kesiapan semua pihak. Terutama saat benih sudah siap didistribusikan.
"Ketika benih sudah siap, kita harus memastikan penerima manfaat juga siap. Jangan sampai benih sudah tersedia tetapi proses distribusi dan penanaman terkendala karena kesiapan di lapangan belum selesai," ujar Van Basten dalam keterangannya, Selasa 06 Oktober 2026.
Benih Manggis S Siap Dikirim
Untuk klaster manggis, Van Basten melaporkan benih sudah siap dikirim. Karena itu, DPIU, direktorat, fasilitator, dan kelompok tani diminta segera memastikan kesiapan menerima benih. Mereka juga harus menetapkan waktu distribusi yang sesuai kondisi lapangan.
Pupuk masih dalam proses uji mutu. Sambil menunggu, petani perlu menyiapkan lokasi tanam dan menjaga benih tetap dalam kondisi baik. Van Basten menjelaskan benih manggis sebaiknya dirawat di tempat teduh agar kualitasnya terjaga sampai pupuk tersedia.
"Kita harus menjaga kualitas benih sejak diterima sampai ditanam. Karena itu, sambil menunggu pupuk, benih perlu ditempatkan dan dirawat pada kondisi yang sesuai," jelas Van Basten.
Kebutuhan Durian Capai 310 Hektare
Van Basten menambahkan, untuk klaster durian, identifikasi kebutuhan varietas sudah dilakukan. Total luasannya sekitar 310 hektare. Penyediaan benih varietas MK Hortimart atau Musangking seluas 74,2 hektare siap dilaksanakan pada tiga kelompok tani. Benih varietas Oche Banyuwangi atau duri hitam seluas 31,78 hektare siap untuk dua kelompok tani.
Namun, kebutuhan benih varietas Otong seluas 204,94 hektare masih tertunda. Sebab, masih menunggu kesiapan benih dari penangkar. Dari sisi sarana produksi, Van Basten mengatakan pengadaan sudah masuk tahap kontrak dan dijadwalkan dropping pada November 2026. Sementara pengadaan benih MK Hortimart dan Oche Banyuwangi masih dalam tahap persiapan.
Alumnus Universitas Indonesia itu menegaskan ketersediaan benih menjadi faktor penting. Target pengembangan klaster durian harus berjalan sesuai rencana.
"Identifikasi kebutuhan sudah dilakukan. Sekarang yang harus kita kawal adalah ketersediaan varietas sesuai kebutuhan petani. Untuk varietas yang masih menunggu penangkar, koordinasi harus dipercepat agar tidak menghambat pelaksanaan di lapangan," ujarnya.
Klinik PHT dan Soil Microbiology Disiapkan
Selain klaster buah, Kementan menyiapkan dukungan melalui Klinik PHT dan Soil Microbiology. Prosesnya masih pada tahap penyiapan dokumen. Dokumen itu meliputi RUKK, RAB, DED, pembukaan rekening, spesifikasi teknis, surat pernyataan komitmen penerima bantuan, surat kesepakatan status tanah, surat pernyataan dukungan kegiatan, dan dokumen safeguard.
Van Basten menyebut kelengkapan dokumen penting sebelum kegiatan bisa dilanjutkan ke lapangan.
"Dokumen harus disiapkan dengan lengkap dan benar sejak awal. Kita ingin pelaksanaan kegiatan cepat, tetapi tetap tertib administrasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Van Basten.
Penangkar Benih Bawang Merah Menunggu Usulan CPCL
Untuk penangkaran benih bawang merah, Van Basten mengungkapkan pelaksanaan masih menunggu surat usulan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) dari Dinas Kabupaten. Kementan mendorong pemerintah daerah segera menyampaikan usulan itu agar proses verifikasi bisa dilakukan.
Van Basten mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah harus diperkuat. Tujuannya agar setiap tahapan program HDDAP tidak terlambat.
"Program ini membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitator, kelompok tani dan penangkar harus bergerak dalam satu irama agar seluruh tahapan dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan petani," jelasnya.
Melalui monitoring langsung di lapangan, Kementan memastikan pelaksanaan HDDAP di Buleleng terus diarahkan pada percepatan kegiatan, kesiapan petani, ketepatan distribusi bantuan, serta pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis.
Program HDDAP ini menyasar komoditas unggulan di lahan kering Buleleng. Mulai dari buah-buahan seperti manggis dan durian, hingga bawang merah. Kunci keberhasilannya ada pada koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani. Jika semua bergerak serempak, bantuan bisa tepat sasaran dan tepat waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
