Kepiting Jalan Menyamping: Evolusi Leluhur 200 Juta Tahun

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Kepiting Jalan Menyamping: Evolusi Leluhur 200 Juta Tahun

Gambar atau konten salah?

Gerakan berjalan menyamping pada kepiting memang tampak unik, namun juga menarik bagi para ilmuwan.

Ahli ekologi perilaku dari Universitas Nagasaki, Yuuki Kawabata, dan rekan-rekannya mengumpulkan lima puluh kepiting, masing-masing berasal dari spesies berbeda.

Kepiting ini diambil dari kolam pasang surut, laut, akuarium, dan pasar ikan di berbagai negara, lalu ditempatkan di kolam penelitian.

Tim mencatat setiap gerakan, memperhatikan apakah kepiting bergerak maju atau tetap menyamping.

Hasilnya kemudian dipetakan ke pohon evolusi kepiting, yang dibangun dari data DNA ratusan spesies oleh peneliti lain.

Dengan cara ini, Kawabata dapat melacak sejarah kepiting dan asal‑asalnya berjalan menyamping.

Temuan menunjukkan gerakan menyamping berasal dari satu leluhur yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu, kelompok Eubrachyura.

Kawabata berpendapat gerakan ini memberi keunggulan, memungkinkan kepiting bergerak lebih cepat keluar dari ancaman predator.

Evolusi ini tidak sederhana; memerlukan perubahan otot, ligamen, dan penataan ulang aktivitas saraf yang memengaruhi banyak aspek kehidupan, seperti mencari makan, menggali, bersosialisasi, dan kawin.

“Luasnya spesies yang diteliti menjadikan studi ini kuat,” kata Andrés Vidal‑Gadea, ahli neuroetologi di Illinois State University di Normal, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Sabtu, 16 Mei 2026.

Vidal‑Gadea juga menambahkan bahwa evolusi ini mungkin merupakan penyederhanaan: kepiting yang berjalan menyamping membutuhkan lebih sedikit sel saraf untuk mengendalikan otot dibandingkan generasi sebelumnya.

“Alih‑alih setiap sendi di kaki kepiting harus memainkan peran yang kurang lebih sama, pada dasarnya hanya ada dua sendi utama yang melakukan hampir 90 persen pekerjaan. Hal itu langsung menyederhanakan masalahnya,” kata Vidal‑Gadea.

Studi ini menyoroti bagaimana adaptasi sederhana dapat membawa dampak besar pada perilaku dan evolusi spesies. Hasil ini menambah pemahaman tentang mekanisme adaptasi pada hewan laut.

kepitinggerakan menyampingevolusisarafadaptasipredatorkolam penelitian

Komentar

Memuat komentar...