Neymar Pensiun dari Timnas Usai Brasil Tersingkir
Gambar atau konten salah?
Air mata Neymar tak tertahankan begitu peluit panjang berbunyi di New York New Jersey Stadium, Senin 07 Juli 2026 dini hari WIB. Pertandingan terakhir megabintang Brasil bersama Timnas Selecao berakhir dengan luka yang dalam. Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar.
Neymar masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67. Ia sempat memberi harapan dengan mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-90+10. Namun gol itu hanya menjadi penghibur. Brasil tetap gagal membalikkan keadaan.
Di kubu Norwegia, mimpi buruk Brasil bernama Erling Haaland. Striker tajam itu mencetak dua gol di babak kedua. Ia memastikan negaranya melangkah ke perempat final dan sekaligus mengubur impian Brasil meraih gelar Piala Dunia keenam.
Beberapa saat setelah pertandingan usai, Neymar muncul dengan mata sembab. Pemain berusia 34 tahun itu memberikan pernyataan kepada media. Ia mengonfirmasi bahwa laga melawan Norwegia menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Brasil.
"Saya sudah berusaha. Saya sudah berusaha. Semua dimulai di sini, di MetLife Stadium, dan saya akhiri di sini juga. Sekarang sudah selesai," kata Neymar usai laga.
Pernyataan itu sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Neymar bersama Selecao. Ia menutup karier internasional sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil. Rekor itu melampaui legenda-legenda sebelumnya.
Piala Dunia 2026 bukan turnamen yang mudah bagi Neymar. Ia datang ke Amerika Serikat setelah sempat dibekap cedera betis grade dua. Kebugarannya belum sepenuhnya pulih.
Sepanjang turnamen, Neymar hanya dua kali tampil sebagai pemain pengganti. Ia masuk saat Brasil menghadapi Skotlandia di fase grup. Lalu kembali dimainkan melawan Norwegia di babak 16 besar.
Menit bermainnya terbatas. Tapi tekad Neymar untuk kembali membela Brasil di panggung terbesar sepak bola dunia tak pernah surut. Penalti yang ia cetak di masa injury time menjadi gol terakhirnya dengan seragam kuning-hijau.
Meski mengakhiri karier internasional tanpa trofi Piala Dunia, nama Neymar tetap dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Brasil. Selama membela Selecao, ia tampil dalam empat edisi Piala Dunia. Ia menjadi ikon generasi sepak bola Brasil lewat kemampuan dribel, kreativitas, dan insting mencetak golnya.
Malam di MetLife Stadium ditutup dengan air mata. Tapi bagi jutaan pendukung Brasil, warisan Neymar akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah sepak bola negeri Samba.
Media sosial ikut terharu. Warganet menyampaikan penghormatan atas kiprah Neymar di Timnas Brasil.
"Penghormatan untuk Neymar! Akhir dari sebuah era. Bakatnya tak pernah diragukan! Perjalanan yang bagus. Sejarah telah mengukir namamu dalam catatan sejarah," tulis @algo_reedim.
"Warisanmu akan hidup selamanya dalam dunia sepak bola. Semua hati untuk Neymar," tulis @HackAngel0x11.
"Mereka akan mengingat mahkota yang tak pernah ia kenakan. Aku akan mengingat kegembiraan yang ia berikan. Sang Pangeran yang tak pernah menjadi Raja," tulis @AdvocateOfBarca.
"Sepak bola baru saja kehilangan salah satu penghibur sejati terakhirnya. Obrigado, Neymar," tulis @DelawsTips.
"Akhir dari sebuah era. Dunia sepak bola tidak akan melupakan keajaiban yang Neymar hadirkan setiap kali ia mengenakan seragam Brasil. Terima kasih, Neymar," tulis @Kulbhusshan.
Neymar memulai debutnya di MetLife Stadium pada 2010 saat Brasil menghadapi Amerika Serikat. Empat belas tahun kemudian, stadion yang sama menjadi saksi perpisahannya. Ia meninggalkan Timnas Brasil sebagai top skor sepanjang masa dengan 79 gol. Tariannya bersama Brasil memang telah usai. Tapi jejaknya akan terus hidup dalam sejarah sepak bola dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Gol Haaland Bawa Norwegia ke Perempat Final, Brasil Tersingkir
Kecoa Cyborg Dilengkapi Baju Selam Tahan Air 3 Jam
Suhu Laut Global Pecahkan Rekor Tertinggi di Juni 2025
Komdigi Tutup Akses NIK untuk Registrasi Ponsel Ilegal
SAP Tunjuk Verena Siow Pimpin Asia Pasifik
Tembok Hijau Afrika: 8.000 Km Lawan Gurun Sahara
Berita Terbaru
Neymar Pensiun dari Timnas Usai Brasil Tersingkir
OPEC+ Setujui Kenaikan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari Mulai Agustus 2026
Lagu 'Teh Hijau' Tulus Tembus 3,1 Juta Views
Angga Wijaya Tulis Memoar Perjuangan Lawan Skizofrenia
PDIP Peringatkan PSI Jangan Sombong Soal 'Kandang Gajah'
Renungan Harian 6 Juli: Iman Teguh di Tengah Ujian
Mobil Misterius di Bandung Viral, Dishub Turun Tangan
Lion Air Buka Rute Langsung Lombok-Kuala Lumpur
Brasil Kalah Lagi dari Norwegia, Haaland Jadi Mimpi Buruk
