Keranjang Sultan Langit Tabrak, Penumpang Aman di Sukabumi

Andi B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Keranjang Sultan Langit Tabrak, Penumpang Aman di Sukabumi

Gambar atau konten salah?

Video yang menunjukkan tabrakan antara dua wahana Keranjang Sultan Langit menjadi viral di media sosial. Insiden terjadi di tengah perjalanan di atas Lembah Purba, kawasan wisata alam Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi. Pengunjung sempat panik ketika dua keranjang bergerak berlawanan arah.

Keranjang Sultan Langit adalah wahana ekstrem yang melintasi 523 meter dengan ketinggian sekitar 160‑180 meter di atas permukaan tanah. Wahana ini menampilkan panel pengatur mekanis yang menggerakkan keranjang ke atas dan ke bawah. Pada hari kejadian, keranjang mengalami kendala operasional, memicu kerusuhan di antara para wisatawan.

Video amatir yang diunggah oleh seorang pengunjung menunjukkan momen ketika dua keranjang saling bertabrakan. Penonton di atas keranjang terlihat berteriak dan menahan napas. Meskipun situasi menegangkan, tidak ada luka-luka yang dilaporkan.

Menurut Abdul Rozak, seorang wisatawan asal Jakarta berusia 33 tahun, kejadian berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026. Ia berkata, “Jadi saya lagi naik keranjang langit itu, pas kebetulan dari arah yang berlawanan itu ada keranjang yang berhenti dan di belakangnya ada lagi keranjang yang maju, jadi ketabrak yang di depannya.”

Rozak menambahkan bahwa ia sedang merekam perjalanan pulang ketika keranjang berhenti di jalur keberangkatan. Ia menyebutkan, “Pastinya harus ditingkatkan lagi untuk sistem pengamanannya. Iya (diduga) macet. (Keranjang sultan) arah berangkat, saya videonya arah pulang. Tapi alhamdulillah penumpangnya aman selamat semuanya.”

Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam, Marcelinus, menanggapi video tersebut. Ia membantah narasi netizen yang menuduh adanya malfungsi mesin atau sistem. Marcelinus menjelaskan, “Maju‑mundurnya itu sama tamu. Jadi, tamu nggak tahu itu main diputar‑putar kayak gitu. Di sebelah kanan tuh diputar, kan itu tuh buat muterin itu jalan sendiri. Nah itu di atas di kanan diputar, sama tamu kesenggol sama siku. Jadi bukan karena macet atau apa, bukan.”

Marcelinus menegaskan bahwa tabrakan kecil itu dipicu oleh ketidaksengajaan pengunjung yang menyenggol panel pengatur mekanis di dalam keranjang. Ia menegaskan, “Andai terjadi tabrakan atau senggolan antar‑keranjang sekalipun, hal itu tidak akan berakibat fatal hingga memutuskan tali baja atau menjatuhkan penumpang.”

Pihak pengelola menyatakan bahwa setiap wisatawan diberi edukasi dan prosedur keselamatan sebelum meluncur. Marcelinus berkata, “Setiap orang yang naik, itu disampaikan semua dari safety apa segala macam disampaikan. Nah, mungkin kalau orang kan kalau di atas jadi rewas (panik/kaget) lah kalau di atas, udah di ketinggian, nah itu, akan lupa kayak gitu.”

Keranjang Sultan Langit menggunakan sistem keamanan ganda (double safety) berbasis peralatan panjat tebing standar internasional. Marcelinus menjelaskan, “Semua keranjang sultan itu, keranjang langit itu, semua tamu itu pakai safety. Semua pakai seat harness. Semua terkonek seat harness‑nya double dan ke atas semuanya udah ke line utama terkonek. Dan itunya pun kita bukan pakai tali karmantel aja, itu udah pakai sling juga. Sling‑nya aja pakai 32 mili dan double.”

Selain itu, suku cadang penting seperti karabiner pengait dipasok dari luar negeri dan mengantongi sertifikasi uji kekuatan daya gravitasi ekstrem. Marcelinus menyebut, “Satu karabiner diklaim mampu menahan beban hingga 26‑32 kiloNewton (kN) atau setara dengan beban seberat 2.600 kilogram.”

Ia menegaskan bahwa semua komponen diuji sebelum dioperasikan. Marcelinus menutup pembicaraan dengan, “Sebelum dioperasikan juga sebenarnya udah ada pengujian. Pihak kita sebetulnya, semua jangan takut, tamu. Karena semuanya kita juga udah memakai standar ganda. Pengaman utama pun itu kan puluhan ton si kekuatannya, bisa dilihat dari konstruksinya.”

Pengelola mengajak masyarakat dan calon pengunjung untuk tidak cemas menjajal wahana yang menampilkan panorama Lembah Purba. Mereka menegaskan bahwa keranjang tetap aman dan prosedur keselamatan ketat dijalankan setiap hari.

Video tersebut dapat dilihat di platform video dengan judul “Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi” (link video).

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan dan prosedur keselamatan pada wahana ekstrem. Meskipun terjadi tabrakan kecil, sistem ganda dan perlengkapan standar internasional mencegah cedera serius. Pengelola tetap menjaga keamanan dan memberikan edukasi kepada setiap pengunjung sebelum meluncur.

Keranjang Sultan Langittabrakan wahanawahana ekstremsistem keamanan gandasafety harnessLembah Purbapengawasan keselamatan

Komentar

Memuat komentar...