KONI Jakarta Jadi Guru Besar Kepelatihan Panahan
Gambar atau konten salah?
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Hidayat Humaid, kini menyandang gelar baru di dunia olahraga. Ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepelatihan Panahan di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Upacara pengukuhan berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A UNJ Rawamangun, pada Kamis, 09 Juli 2026. Hidayat tidak sendirian. Dua koleganya, Imam Basori dan Wesnina, juga dinobatkan sebagai guru besar pada hari yang sama.
Pria kelahiran Sukabumi, 10 Februari 1963, ini mendapat giliran pertama untuk menyampaikan orasi ilmiah. Ia berbicara di hadapan Rektor UNJ, para guru besar, koordinator program studi, dosen, mahasiswa, keluarga ketiga guru besar, dan tamu undangan. Hidayat yang merupakan Guru Besar Tetap di fakultas yang sama membuka orasinya dengan dua pantun. Pantun-pantun itu berisi tentang prestasi olahraga nasional. Setelah itu, ia masuk ke inti pembicaraan: prestasi panahan Indonesia di kancah dunia.
Dalam orasi bertema 'Prestasi Panahan Indonesia di Pentas Dunia', Hidayat menyoroti pencapaian atlet panahan putri, Nurfitriyana Saiman. Nurfitriyana adalah peraih medali perak Nomor Beregu Putri di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, tahun 1988. Ia bersama Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani meraih medali itu. Medali perak tersebut menjadi medali Olimpiade pertama yang pernah diraih Indonesia di semua cabang olahraga. Hingga kini, medali itu juga menjadi satu-satunya medali Olimpiade Indonesia dari cabang panahan.
"Dalam perspektif pembangunan olahraga nasional, pemilihan cabang olahraga strategis harus mempertimbangkan kesesuaian antara potensi demografis, kapasitas kelembagaan dan peluang kompetitif internasional. Panahan dengan karakteristik akurasi dan kebutuhan infrastruktur yang relatif moderat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai cabang unggulan Indonesia dalam kerangka Grand Design Olahraga nasional," kata Hidayat. Ia menambahkan bahwa panahan adalah cabang strategis dalam Grand Design Olahraga Nasional.
Hidayat menutup orasinya dengan ucapan terima kasih. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama orang tua, istri, dan kedua anaknya. Ia juga tidak melupakan beberapa ekor kucing kesayangan yang selalu menemaninya dalam segala situasi. "Teristimewa ini saya persembahkan sebagai bunga terakhir kepada kedua orang tua saya yang sudah mendahaului kita," ujarnya. Orasi ilmiahnya ditutup dengan alunan syair 'Bunga Terakhir'.
Acara kemudian ditutup dengan ketiga guru besar bersama keluarga berdiri di bagian depan. Mereka disalami oleh seluruh tamu undangan. Di halaman depan, terlihat banyak bunga papan ucapan selamat yang dikirim untuk para guru besar yang baru dilantik.
Pengukuhan ini menempatkan Hidayat Humaid sebagai figur yang tidak hanya memimpin olahraga di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kapasitas akademik di bidang kepelatihan panahan. Orasi ilmiahnya menekankan bahwa panahan, dengan kebutuhan infrastruktur yang tidak terlalu besar, bisa menjadi cabang unggulan Indonesia. Prestasi medali perak Olimpiade 1988 menjadi bukti bahwa cabang ini memiliki sejarah dan potensi untuk bersaing di level tertinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
