Kontroversi Penalti Qatar‑Swiss: VAR Tanpa Grafik Offside

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kontroversi Penalti Qatar‑Swiss: VAR Tanpa Grafik Offside

Gambar atau konten salah?

Di Stadion San Francisco Bay Area, laga Grup B Piala Dunia 2026 antara Qatar dan Swiss berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026. Skor akhir menampilkan hasil imbang 1‑1, namun kemenangan Swiss pada menit ke‑17 lewat penalti menambah ketegangan di arena tersebut.

Penalti itu datang setelah Breel Embolo menembak 12 pas, setelah Remo Freuler dipegang Mahmud Abunada dalam satu lawan satu. Namun, keputusan itu segera dipertanyakan karena Freuler tampak berada di posisi offside saat menerima bola di depan gawang. Bahkan sebelum itu, Embolo sendiri terlihat offside saat menyundul bola yang menjadi umpan bagi Freuler.

VAR menilai kedua pemain tersebut berada dalam posisi onside dengan margin tipis, sehingga penalti tetap diberikan. Namun publik tidak mendapatkan tayangan grafik 3D yang biasanya muncul ketika ada keputusan offside. Tayangan ulang yang disajikan pun tidak meyakinkan, memicu kritik dari para analis dan suporter.

"Kita semua yang duduk di sini, dan semua orang di rumah juga akan berpikir begitu, itu offside," ujar Gary Neville, eks Timnas Inggris yang menjadi pundit untuk ITV di Piala Dunia 2026, dikutip ESPN.

"FIFA adalah penyelenggara, mereka memiliki bukti keputusan otomatis‑mengapa mereka tak menunjukkannya kepada kita? Mereka melakukan ini di turnamen terakhir. Para fan sudah tidak percaya. Ada tanda tanya besar tentang (keputusan) itu karena itu offside sampai mereka membuktikan sebaliknya."

"Ini seperti kediktatoran dalam hal menyimpan bukti ini dan tidak menunjukkannya kepada penggemar. Itu konyol. Bukti bahwa itu sebenarnya offside. Di mana transparansinya?"

Setelah insiden tersebut, FIFA mengeluarkan pernyataan pada 13 Juni 2026. FIFA Media menyatakan bahwa gangguan teknis singkat mencegah animasi grafik onside dihasilkan sebelum penalti diberikan pada menit ke‑14. Masalah tersebut segera teratasi.

"Alur kerja VAR tidak terpengaruh oleh masalah ini dan mengikuti prosedur normal dalam memeriksa keputusan di lapangan."

"Garis‑garis yang digunakan oleh VAR untuk memeriksa posisi pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan pemain penyerang berada dalam posisi offside dalam salah satu dari dua situasi tepat sebelum keputusan penalti," tegas pernyataan itu.

Di babak kedua, Swiss gagal menambah gol ketika Miro Muheim mencetak gol di injury time, menutup pertandingan dengan skor 1‑1. Meskipun kalah, Swiss tetap berada di puncak klasemen Grup B berkat aturan fair play, yang menghitung hanya satu kartu kuning.

Perkembangan selanjutnya menempatkan Swiss melawan Bosnia‑Herzegovina pada 19 Juni di Inglewood, sementara Qatar akan bertanding melawan tuan rumah Kanada di Vancouver pada hari yang sama.

Keputusan VAR dan gangguan teknis di atas menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan di Piala Dunia. Meskipun FIFA menegaskan prosedur VAR tetap normal, ketidakpastian publik tetap ada, menandai perlunya sistem yang lebih jelas bagi penonton di stadion maupun di rumah.

Piala Dunia 2026QatarSwissVARoffsidepenaltiFIFAtransparansi

Komentar

Memuat komentar...