Koperasi Target Miliki Pabrik CPO hingga Produksi Minyak Goreng

Wahyu T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Koperasi Target Miliki Pabrik CPO hingga Produksi Minyak Goreng

Gambar atau konten salah?

Pemerintah mendorong koperasi untuk ikut bermain di seluruh rantai bisnis kelapa sawit. Bukan cuma mengurus kebun, koperasi ditargetkan punya pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO) sendiri, bahkan sampai memproduksi minyak goreng.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut koperasi sebenarnya punya kemampuan untuk mengelola industri sawit secara mandiri. Selama ini, kata dia, koperasi terlalu bergantung pada perusahaan swasta. Arahan Presiden Prabowo Subianto pun jelas: koperasi harus masuk ke ekosistem sawit.

"Kalau yang kemarin kan semuanya swasta, kebunnya swasta CPO-nya swasta, produk turunannya swasta, sekarang atas arahan Bapak Presiden, koperasi itu harus terlibat dari bukan hanya di kebun tapi juga ikut terlibat di proses produksinya sampai ke produk turunannya," ujar Ferry dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jumat 03 Juli 2026.

Ferry mengaku sering mendengar keluhan dari petani sawit. Ironisnya, mereka yang menanam sawit justru harus mengantre untuk mendapatkan minyak goreng. Menurut Ferry, kondisi ini harus diakhiri. Caranya dengan memperkuat peran koperasi dalam tata niaga sawit.

Dengan memiliki pabrik CPO sendiri, koperasi tidak perlu lagi menggantungkan diri pada pabrik milik swasta untuk mengolah tandan buah segar. Hasil produksi nantinya akan diolah menjadi produk turunan. Misalnya minyak makan merah atau minyak goreng. Produk-produk itu rencananya akan dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya, dan hasil produksinya kalau nanti bisa sampai ke minyak goreng," jelas Ferry.

Salah satu langkah nyata yang sudah dijadwalkan adalah peresmian pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Peresmian itu rencananya dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Ferry menyebut kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 60 ton per jam.

"Kami nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan apa peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dan dengan luas lahan 3.100 hektare (ha) dengan kemampuan produksi 60 ton per jam," tuturnya.

Selama ini petani sawit sering berada di posisi yang lemah dalam rantai pasok. Mereka hanya menjadi pemasok bahan baku, sementara nilai tambah sebagian besar dinikmati oleh perusahaan besar. Dengan adanya pabrik CPO milik koperasi, petani bisa mengolah sendiri hasil kebunnya. Ini berarti mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Target jangka panjangnya, koperasi tidak hanya berhenti di CPO, tapi juga bisa memproduksi minyak goreng yang langsung dijual ke konsumen. Langkah ini diharapkan bisa memutus rantai ketergantungan pada swasta dan membuat industri sawit lebih berpihak pada petani.

koperasikelapa sawitCPOminyak gorengpetani sawitrantai bisnispabrik koperasiMusi Banyuasin

Komentar

Memuat komentar...