Lagi, Warga Jayapura Temukan Bom dan Mortir PD II
Gambar atau konten salah?
Jayapura — Penemuan bom dan mortir sisa Perang Dunia II terus terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua. Polisi mencatat setidaknya enam laporan dari warga sejak awal Juni 2026.
Kejadian pertama terjadi pada 2 Juni 2026 di Distrik Sentani. Seorang warga yang sedang mencari ikan di Kali Ariyau menemukan benda besi menyerupai jantung pisang. Saat menggali tanah untuk membuat perangkap ikan, benda itu tiba-tiba mengeluarkan asap. Temannya segera menyadari itu adalah bom dan mereka meninggalkan lokasi.
Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick mengatakan benda itu adalah bom mortir peninggalan Perang Dunia II. Ukurannya panjang sekitar 85 sentimeter, diameter 18 sentimeter, dan berat kurang lebih 10 kilogram. Polisi mengamankan tempat kejadian dan memanggil Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua. Bom itu dimusnahkan di tempat. Sisa material diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Keesokan harinya, 3 Juni 2026, polisi kembali menerima laporan. Mortir ditemukan di lahan garapan Dister Parako 3 Pasgat, dekat Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu. Warga menemukannya saat mencangkul di kebun sekitar pukul 18.50 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito membenarkan laporan itu. Dua benda yang diduga mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan. Aparat menutup akses sekitar lokasi dan mengimbau warga menjauh. Tim Jibom Satbrimob Polda Papua mengambil alih penanganan.
Tiga hari kemudian, 7 Juni 2026, mortir kembali ditemukan. Kali ini di Kompleks Wawung depan BTN Doyo Grand, Distrik Waibu. Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan mengatakan mortir itu dievakuasi pada pukul 11.05 WIT. Tim mengamankan satu buah bom jenis mortir dan membawanya ke lokasi aman menggunakan kendaraan dinas Den Gegana Sat Brimob Polda Papua.
Dionisius mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan benda berbahaya serupa. Ia meminta masyarakat tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Menurutnya, wilayah Kabupaten Jayapura memiliki sejarah pertempuran pada masa perang dunia, sehingga kemungkinan masih ada benda sejenis yang belum ditemukan.
Pada 24 Juni 2026, bom ditemukan lagi di Distrik Waibu. Lokasinya di belakang Kompleks BTN Daime-Daime, Doyo Baru. Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan mengatakan benda itu adalah sisa amunisi perang yang berpotensi membahayakan warga. Personel berkoordinasi dengan warga yang pertama kali menemukan bom. Tim Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua melakukan pemeriksaan dan identifikasi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan mortir itu memiliki panjang sekitar 23 sentimeter, diameter 6 sentimeter, dan berat kurang lebih 450 gram. Tim Jibom segera mengambil langkah pengamanan sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak.
Pada 27 Juni 2026, polisi menerima laporan penemuan dua granat di tempat pembuangan sampah Lanud Silas Papare. Kedua granat jenis nanas tipe 97 itu langsung dimusnahkan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua di lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 WIT. Granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman, sehingga sangat berisiko jika dipindahkan.
Kasi Humas Polres Jayapura AKP Priyono mengatakan dua anggota Yonko 481 Kopasgat pertama kali menemukan granat saat membuang sampah. Proses disposal berjalan aman dan terkendali. Tim membersihkan area untuk memastikan lokasi benar-benar aman. Granat yang dimusnahkan memiliki berat sekitar satu kilogram, diameter kurang lebih lima sentimeter, dan panjang sekitar sepuluh sentimeter.
Penemuan terbaru terjadi pada 3 Juli 2026. Mortir aktif ditemukan dalam galian fondasi rumah warga di Jalan Santarosa, belakang Gudang Dolog, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus WA Maclarimboen mengatakan warga melaporkan penemuan mortir aktif peninggalan Perang Dunia II. Tim Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua mengevakuasi bom dan memusnahkannya.
Mortir yang ditemukan memiliki panjang sekitar 23 sentimeter dan berat kurang lebih 2 kilogram. Setelah diangkat dari lokasi, mortir dibawa ke Buper Waena, Distrik Heram, untuk dilakukan disposal oleh tim Jibom.
Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, memang menjadi salah satu lokasi pertempuran sengit selama Perang Dunia II. Hal ini menjelaskan mengapa sisa-sisa amunisi seperti mortir dan granat masih sering ditemukan puluhan tahun kemudian. Warga yang menemukan benda mencurigakan diminta tidak menyentuhnya dan segera melapor ke pihak berwenang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Renungan Sabtu: Anggur Baru Butuh Kantong Baru
4 Juli 2026: HUT Maros, Buton, dan Hari Koperasi
4 Juli 2026 Masehi Bertepatan dengan 19 Muharram 1448 H
Puasa Asyura 2026: Bolehkah Hanya Satu Hari? Ini Hukum dan Tanggalnya
Warga Palopo Bentrok dengan Pelangsir di Depan SPBU
GPIM Deklarasi, Luncurkan Tiga Program Nyata
Berita Terbaru
5 KK Palsu Restoran Terungkap di SPMB Bandung
PSI Siapkan Jokowi Keliling Jateng, Buktikan 'Kandang Gajah'
Persela Rekrut Gelandang Brasil Caique Souza
Neymar Frustrasi Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Vietnam dan Filipina Naik Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas
Renungan Sabtu: Anggur Baru Butuh Kantong Baru
TVS Callisto 110 Baru Melawan Dominasi Honda BeAT
