5 KK Palsu Restoran Terungkap di SPMB Bandung
Gambar atau konten salah?
Bandung — Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Bandung mendadak ramai diperbincangkan. Bukan karena antusiasme pendaftar, melainkan karena munculnya dugaan kecurangan. Kabar ini pertama kali menyebar di media sosial. Dikabarkan, puluhan calon siswa sudah dinyatakan diterima, tapi ada kejanggalan.
Kejanggalan itu terletak pada alamat yang tercantum di Kartu Keluarga (KK). Dari puluhan KK yang diperiksa, ditemukan alamat yang tidak sesuai dengan tempat tinggal asli. Anehnya, beberapa alamat tersebut mengarah ke restoran dan tempat karaoke. Temuan ini sontak menjadi perhatian publik.
Pemerintah Kota Bandung pun tidak tinggal diam. Dinas Pendidikan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) langsung turun tangan. Mereka melakukan verifikasi dan validasi data sebelum hasil SPMB resmi diumumkan. Penelusuran dilakukan secara bersama-sama dengan pihak sekolah.
Hasil penelusuran akhirnya dibeberkan oleh Dinas Pendidikan. Dari puluhan KK yang sempat dicurigai, ternyata hanya lima KK yang benar-benar beralamat di restoran. "Sudah (ditindaklanjuti). Sama kayak Disdukcapil karena kami bersama-sama sekolah Disdik dan Disdukcapil melakukan verifikasi dan validasi," ujar Sekretaris Disdik Kota Bandung, Edy Suparjoto, saat dihubungi pada Jumat, 01 Juli 2026.
Lokasi restoran yang menjadi alamat lima KK tersebut berada di kawasan Jalan Rakata. Edy menambahkan, temuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal sebelum pengumuman SPMB 2026. Jika terbukti melanggar aturan, kelima KK itu berpotensi didiskualifikasi dari proses pendaftaran.
"Baru di satu tempat di sepanjang Jalan Rakata, ini kami sedang rapim. Nanti tunggu saja rilis akan diumumkan," pungkasnya.
Kasus ini menunjukkan bahwa upaya manipulasi data kependudukan untuk kepentingan pendaftaran sekolah masih terjadi. Verifikasi ketat antarinstansi menjadi kunci untuk menjaga integritas proses penerimaan murid baru. Publik pun menunggu keputusan akhir dari pihak berwenang terkait nasib para pendaftar yang datanya bermasalah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
